Ads (728x90)

PADANGPOS. COM (Padang), 

Sebagai Ketua Tim Investigasi LSM Mamak, Djamalus Datuk Rajo Balai Gadang menyatakan tidak setuju memakai tenaga konsultan olahraga asal Australia, Robert Jhon Ballard untuk ikut serta mempersiapkan atlet Sumbar menghadapi PON Jawa Barat, September 2016 mendatang. Alasannya, selain pemborosan, juga samahalnya dengan melecehkan pelatih olahraga di Sumbar dan juga  pakar olahraga yang ada di Universitas Negeri Padang.

"Jujur, saya kaget mendengar honor Robert Jhon Ballard dibayarkan Rp 80 juta perbulan, ditambah penginapan dan kendaraan operasional," kata Djamalus Datuk ketika berbincang-bincang dengan Tabloid Bijak dan Padangpos.com, di Posko Tim Relawan IP-NA, di Kawasan GOR Haji Agus Salim, Senin, 4 Januari 2016.

Menurut Djamalus, apa kehebatan dan kelebihan dari Robert Jhon Ballard tersebut. Maksudnya, kalau Robert Jhon Ballard itu hebat, tentu kemempuannya akan dimanfaatkan daerah lain, seperti KONI Riau, Sumatera Utara atau  Jawa Barat sebagai tuan rumah PON. "Jadi menurut saya, kontrak dengan Robert Jhon Ballard ini perlu dibahas secara serius oleh pengurus KONI Sumbar," katanya. .

Kemudian, kata Djamalus  menilai honor atau nilai kontrak dengan Robert Jhon Ballard terlalu besar, jika dibandingkan dengan honor seluruh pengurus KONI Sumbar. "Jadi menurut saya, alangkah baiknya, jika  honor untuk Robert Jhon Ballard yang senilai Rp 80 juta tersebut, diberikan kepada pelatih dan pakar olahraga yang ada di Universitas Negeri Padang, Rp 5 juta perorang dan saya rasa bisa dikalikan saja berapa orang pakar olahraga yang bisa diajak ikut serta mempersiapkan kontingen Sumbar menghadapi PON Jabar," tambahnya. 


Selanjutnya, kata Djamalus lagi, apa jaminannya memakai jasa konsultan Robert Jhon Ballard tersebut. Maksudnya, apa Jhon Ballard tu menjamin terhadap perolehan medali emas bagi atlet kita di PON dan kalau tidak bagaimana?.

Secara terpisah, Ketua Umum KONI Sumbar, Dr Syahrial Bahktiar menyebutkan, nilai kontrak Robert Jhon Ballard, Rp 80 juta perbulan dan ditambah dengan fasilitas lain, seperti penginapan dan transfortasi. "Nilai kontrak Robert Jhon Ballard ini, jauh lebih rendah di Indonesia, jika dibandingkan dengan nagara lain seperti Malaysia ," kata pakar olahraga yang juga pelatih tenis lapangan ini.

Sebagai gambaran, kata Syahrial Bahktir, bisa dilihat di media sosial fesbuker. Maksudnya, begitu perkumpulan olahraga Malaysia memutuskan kontrak dengan Robert Jhon Ballard, banyak atlet Malaysia yang menumpahkan kekecewaannya di fesbuker. "Jadi, jangan dilihat dari besarnya nilai kontrak, tapi harus dilihat dari keuntungannya kita memakai jasa konsultan olahraga Robert Jhon Ballard," kata Wakil Rektor III UNP ini.

Kemudian, jasa konsultan Robert Jhon Ballard telah teruji saat Kontingen Sumbar mengikuti PON XVII Riau, September 2012 lalu. Waktu itu Kontingen Sumbar memperoleh, 12 medali emas, 12 medali perak dan 25 medli perunggu. "Kita di PON Riau, berada pada peringkat 11 berkat memanfaatkan jasa konsultan Robert Jhon Ballard," tambah Syahrial Bahktiar.

Jadi, kata Syahrial Bahktiar, jasa konsultan olahraga Robert Jhon Ballard, tak hanya bermanfaat terhadap atlet, tetapi juga pelatih. "Rugi kita jika tak memanfaatkan jasa konsultan olahraga Robert Jhon Ballard," tambah pemilik Kolam Renang ABG di Lubuk Minturun Kota Padang ini.

Sebelum memanfaatkan jasa konsultan, Robert Jhon Ballard, lanjut Syahrial Bahktiar, KONI Sumbar juga telah berkoordinasi dengan DPRD Sumatera Barat dan Pemprov Sumbar. "Baik lembaga dewan dan eksekutif, bisa menerima kita memanfaatkan jasa konsultan Robert Jhon Ballard," tambahnya. (PRB)

Post a Comment

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete