Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat
akhirnya resmi mencabut peringatan potensi tsunami usai gempa
berkekuatan 7,8 SR di perairan Samudera Hindia, Rabu (2/3) pukul 19.46
Wib. Sebanyak 15 daerah yang berdekatan dengan lokasi gempa dilaporkan
nihil kerusakan.
"Kota Padang sudah mengakhiri peringatan dini tsunami, warga yang
sempat meninggalkan rumah sudah mulai kembali ke rumah, namun kemacetan
masih terjadi di beberapa titik," ujarnya.
Sementara itu juga dilaporkan bahwa di daerah lain yang ikut merasakan gempa seperti Bengkulu, Jambi, Nias, Aceh dan Palembang tidak berdampak. Hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa.
"Namun kepanikan di daerah itu memang sempat terjadi," sebut Budhi.
BNPB Sumbar juga melakukan kontak dengan Satkamla Angkatan Laut. Berdasarkan informasi dari Danposal Tua Pejat, Mentawai, signal telepon seluler memang mengalami gangguan sejak kemarin. Hal ini diperkirakan karena pengaruh di dasar bumi akan terjadinya gesekan kuat.
Sementara dari Poskamla Siberut melaporkan bahwa daerah tersebut masih aman dan terkendali. Warga juga masih mengungsi di perbukitan. Sementara itu juga dilaporkan Kalak BPBD Mentawai, di Kecamatan
Siberut Utara, Siberut Barat, Siberut Selatan, dan Sipora Utara, kondisi juga aman terkendali.
Gempa 7,8 SR tersebut berada di 5.16 LS - 94.05 BT
(682 KM Barat Daya Kepulauan Mentawai - Sumatera Barat).
Titik gempa terjadi di garis tengah Samudera Hindia. Jarak dari titik gempa ke Kepulauan Mentawai yakni 627,85 Km.
Gempa terjadi tidak di posisi Zona Megatrusth. Sumber gempa dari sistem patahan Ninety East Ridges (NER) Samudera Hindia. Berupa sistem sesar transform. Gempa ini mirip gempa di Simeulue pada 11 April 2012 silam pada sistem patahan yang sama. Guncangan dirasakan di Padang III mmi atau lemah.(tf/ch/mm)
Sementara itu juga dilaporkan bahwa di daerah lain yang ikut merasakan gempa seperti Bengkulu, Jambi, Nias, Aceh dan Palembang tidak berdampak. Hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa.
"Namun kepanikan di daerah itu memang sempat terjadi," sebut Budhi.
BNPB Sumbar juga melakukan kontak dengan Satkamla Angkatan Laut. Berdasarkan informasi dari Danposal Tua Pejat, Mentawai, signal telepon seluler memang mengalami gangguan sejak kemarin. Hal ini diperkirakan karena pengaruh di dasar bumi akan terjadinya gesekan kuat.
Sementara dari Poskamla Siberut melaporkan bahwa daerah tersebut masih aman dan terkendali. Warga juga masih mengungsi di perbukitan. Sementara itu juga dilaporkan Kalak BPBD Mentawai, di Kecamatan
Siberut Utara, Siberut Barat, Siberut Selatan, dan Sipora Utara, kondisi juga aman terkendali.
Gempa 7,8 SR tersebut berada di 5.16 LS - 94.05 BT
(682 KM Barat Daya Kepulauan Mentawai - Sumatera Barat).
Titik gempa terjadi di garis tengah Samudera Hindia. Jarak dari titik gempa ke Kepulauan Mentawai yakni 627,85 Km.
Gempa terjadi tidak di posisi Zona Megatrusth. Sumber gempa dari sistem patahan Ninety East Ridges (NER) Samudera Hindia. Berupa sistem sesar transform. Gempa ini mirip gempa di Simeulue pada 11 April 2012 silam pada sistem patahan yang sama. Guncangan dirasakan di Padang III mmi atau lemah.(tf/ch/mm)

Post a Comment