
VISI:
Mewujudkan Kota Padang sebagai kota pendidikan,
perdagangan, dan pariwisata yang sejahtera, religius, dan berbudaya.
MISI:
1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk
menghasilkan sumberdaya manusia yang beriman dan berdaya saing tinggi.
2. Menjadikan Kota Padang sebagai pusat perdagangan wilayah
barat Sumatera.
3. Menjadikan Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata yang
nyaman dan berkesan.
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan
ekonomi kerakyatan.
5. Menciptakan Kota Padang yang aman, bersih, tertib,
bersahabat, dan menghargai kearifan lokal.
6. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih,
dan melayani.
PROGRAM UNGGULAN:
1. Melaksanakan pengaspalan dan betonisasi jalan lingkungan,
perbaikan trotoar serta pengendalian banjir, dan genangan air.
2. Menyelenggarakan pendidikan, pesantren ramadhan, kegiatan
keagamaan, seni, budaya, dan olah raga yang lebih berkualitas, serta gratis
pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK Negeri serta pemberian beasiswa bagi semua
pelajar/mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.
3. Menyediakan terminal angkutan kota dan terminal bus dalam
2 tahun, serta penataan sistem transfortasi kota yang lebih baik.
4. Merehab 1000 unit rumah tidak layak huni pertahun dan
pelayanan kesehatan gratis di puskesmas/RSUD serta ambulan gratis bagi warga
miskin.
5. Membangun Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan
revitalisasi pasar-pasar pembantu.
6. Meningkatkan dana operasional kecamatan, kelurahan, RW,
RT, dan guru TPA/TPQ menjadi 200% serta garin mesjid/mushalla.
7. Memberikan santunan kematian Rp 1 juta untuk warga Kota
Padang.
8. Mendorong pertumbuhan ekonomi, mencetak 10.000
wirausahawan baru di Kota Padang, pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, serta
pemberdayaan ekonomi masyarakat petani dan nelayan. Laman 2 dari 9.
9. Merevitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata
keluarga dan konvensi yang layak dan ramah.
10. Menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS.
REALISASI PROGRAM UNGGULAN
Program 1.
Melaksanakan pengaspalan dan betonisasi jalan lingkungan,
perbaikan trotoar serta pengendalian banjir, dan genangan air. Sejak Mei 2014,
program ini langsung bergulir dengan realisasi pengaspalan dan betonisasi jalan
lingkungan sepanjang 53,93 Km dengan anggaran Rp. 30,57 milyar. Sedangkan dalam
2015 ini, kembali ditargetkan dapat tercapai sepanjang 74 Km. Pemeliharaan
jalan terealisasi sepanjang 1.000 Km, termasuk pemeliharaan rutin peningkatan
jalan dengan anggaran Rp. 36,8 milyar. Kemudian, peningkatan dan rehabilitasi
trotoar dan taman kota sepanjang 1.600 m sudah berhasil ditangani dengan
anggaran Rp 1,23 milyar lebih. Sedangkan untuk pengendalian banjir dan genangan,
di dalamnya termasuk rehabilitasi cek dam pada 31 kawasan, normalisasi saluran
sungai pada 3 kawasan, peningkatan irigasi seluas 3 ha, pemeliharaan rutin
rawa, pantai dan sungai, serta peningkatan jaringan irigasi dapat tertangani
hampir 70 persen dengan total anggaran Rp. 12,4 milyar.
Program 2.
Menyelenggarakan pendidikan, pesantren ramadhan, kegiatan
keagamaan, seni, budaya, dan olah raga yang lebih berkualitas, serta gratis
pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK Negeri serta pemberian beasiswa bagi semua pelajar/mahasiswa
berprestasi dari keluarga miskin. Penyelenggaraan pendidikan gratis 12 tahun
yang menjangkau seluruh siswa SD, SMP, SMA dan SMK Negeri sudah diwujudkan pada
semester II 2014 dengan dana Rp 25,28 Milyar. Kegiatan ini dilaksanakan
bersamaan dengan pelaksanaan Pesantren Ramadhan kepada seluruh pelajar,
penyediaan Jasa Pelayanan Publik, fasilitas kesejahteraan Guru Tidak Tetap
(GTT), ekstrakurikuler Laman 3 dari 9dan non akademik pendidikan dasar dan
menengah melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), pengadaan buku
agenda didikan subuh , wirid remaja dan pesantren ramadhan bagi siswa sekolah
negeri, serta bantuan siswa/siswi miskin SMA dan SMK. Tahun 2015 telah
dialokasikan dana sebesar Rp 44,29 Milyar untuk program tersebut.
Program 3.
Menyediakan terminal angkutan kota dan terminal bus dalam 2
tahun, serta penataan sistem transportasi kota yang lebih baik. Dengan anggaran
Rp. 6,047 milyar lebih, dalam tahun 2014 sudah direalisasikan 1 unit pangkalan
angkot, 1 unit pendukung implementasi ATCS , pembangunan median jalan,
pemasangan rambu lalu lintas, pengecatan marka jalan, pendukung pengoperasian
Trans Padang. Selain itu, Pemko Padang mendapat 7 unit pembangunan ATCS dari
dana APBN. Untuk penyediaan terminal, dilaksanakan penyusunan DED Terminal
Bukik Putuih, serta pematangan lahan Terminal Type A Anak Aia.
Program 4.
Merehab 1000 unit
rumah tidak layak huni per tahun dan pelayanan kesehatan gratis di
Puskesmas/RSUD serta ambulan gratis bagi warga miskin. Melalui Dinas Sosial dan
Tenaga Kerja, program bedah rumah 2014 yang dibantu dari Kementerian Sosial,
dan APBD Kota Padang juga sudah berhasil merealisasikan rehab 386 rumah dengan
total anggaran Rp3,36 miliar, termasuk swadaya masyarakat sebesar Rp. 580 juta.
Pada 2015 ini juga dilaksanakan rehab dan bedah terhadap 410 unit rumah tidak
layak huni (RTLH) dengan total anggaran Rp. 5,97 miliar termasuk swadaya
masyarakat Rp. 1,685 miliar. Baznas Kota Padang pun memiliki capaian target
yang mendukung program rehab dan bedah RTLH. Di 2014, lembaga ini menargetkan
26 unit, malah berhasil merealisasikan 72 unit dengan anggaran Rp. 122 miliar.
Sebelumnya menargetkan 26 unit dengan anggaran Rp. 20 juta per rumah dan bisa
merealisasikan 76 unit dengan anggaran Rp. 10 juta per rumah. Selebihnya, ditambahkan
biayanya dari partisipasi masyarakat. Sedangkan untuk tahun 2015 ini, Baznas
Kota Padang menargetkan rehab dan bedah terhadap 51 unit RTLH dengan anggaran
Rp. 8,14 miliar. Rrehab dianggarkan Rp. 10 juta bagi 22 unit dan untuk bedah
Rp. 20 juta bagi 29 unit. Pada November 2014, Dinas Tata Ruang dan Tata
Bangunan dan Perumahan yang dibantu melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp. 3 miliar melakukan rehab Laman 4 dari 9RTLH
sebanyak 300 unit. Sedangkan untuk 2015 ini, juga akan dilaksanakan rehab
sebanyak 840 unit dengan anggaran sebesar Rp. 10,955 miliar dengan rincian dari
APBN melalui Kementerian PUPR sebesar Rp7,5 miliar, dari APBD Provinsi Sumatera
Barat Rp570 juta, dan APBD Kota Padang untuk rehab ringan Rp2, 150 miliar,
untuk rehab berat Rp735 juta. Saat ini 840 unit rumah tersebut sedang
diverifikasi agar dapat dilaksanakan pembangunannya pada bulan Juni 2015 ini.
Selama bulan ramadhan 2014, tim yang dipimpin Walikota berhasil mengunjungi 8
keluarga miskin yang tersebar di 7 kecamatan. Dari 8 rumah milik warga miskin
tersebut hanya 6 rumah yang memenuhi syarat untuk dibedah, karena 2 rumah
lainnya berada di lahan yang bukan milik sendiri. Untuk setiap unitnya dibantu
rehabnya melalui Baznas sebesar Rp. 15 juta. Komunitas pengguna media sosial
Facebook yang dimotori Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Harneli Mahyeldi juga
melakukan penggalangan dana untuk rehab RTLH di beberapa lokasi. Hasilnya,
kegiatan ini berhasil merehab dan membangun 7 unit rumah. Disamping merehab seribu
rumah tak layak, juga dilaksanakan pembentukan 3 buah klinik, pengadaan 2 unit
mobil ambulance, serta penyelenggaraan jaminan sosial melalui BPJS bagi
masyarakat, sebanyak 185.459 jiwa.
Program 5.
Membangun Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan revitalisasi
pasar-pasar pembantu. Realisasi anggaran pada 2014 untuk pelaksanaan program
ini mencapai Rp. 10 milyar lebih yang meliputi rehab sedang dan berat
pembangunan fase VII tahap II, lanjutan pembangunan Pasar Raya Inpres II,
perencanaan pembuatan Twin Lite Padang Square, revitalisasi Pasar Lubuk Buaya,
penggantian dan pembuatan sebanyak 12 buah pintu harmonika, penyediaan komponen
penerangan pasar, pembuatan tangga Pasar lubuk Buaya, serta perawatan rutin
berkala terhadap bangunan Pasar Raya dan Pasar Pembantu.
Program 6.
Meningkatkan dana operasional kecamatan, kelurahan, RW, RT,
dan guru TPA/TPQ menjadi 200% serta garin mesjid/mushalla. Laman 5 dari
9Program yang bertujuan meningkatkan motivasi guru TPQ/TQA dan MDA/MDW, membina
kelembagaan masyarakat, serta membina administrasi lembaga kemasyarakatan RT/RW
menelan anggaran sebesar Rp. 13,8 milyar. Peningkatan dana operasional bagi 885
RW dan 3.409 RT pada 104 Kelurahan dilakukan bertahap setiap tahun. Untuk RW
dari Rp 170 ribu pada 2014 naik menjadi Rp 200 ribu pada 2015. Sedangkan untuk
RT dari Rp 140 ribu naik menjadi Rp 160 ribu pada 2015 dan akan tetap dinaikkan
secara bertahap setiap tahun sampai menjadi 200 persen pada tahun kelima
(2019). Alokasi dana pembinaan kelembagaan dan administrasi lembaga kemasyarakatan
RT/RW ini pada tahun 2014 terrealisasi sebesar Rp 7.823.175.720,-, dan pada
tahun 2015 dialokasikan dana sebesar Rp 9.068.650.000,-. Peningkatan honor guru
mengaji TPQ/TQA dilakukan pada tahun 2015. Honor guru mengaji ini dibagi
berdasarkan tiga sertifikasi, yaitu A, B, dan C. Guru mengaji yang memiliki
sertifikasi A diberi honor Rp. 500 ribu, sertifikasi B Rp. 350 ribu, dan
sertifikasi C Rp. 150 ribu. Sertifikasi ini dilakukan oleh Kementrian Agama
Kota Padang, IAIN Imam Bonjol, dan STPIQ.
Program 7.
Memberikan santunan kematian Rp 1 juta untuk warga Kota
Padang. Pemko Padang memberi perhatian lebih kepada masyarakat yang sedang
dirundung duka. Santunan kematian diberikan kepada warga sebesar Rp 1
juta/jiwa. Santunan ini diberikan dengan tujuan terbantunya warga Kota Padang
dalam penyelenggaraan jenazah serta tervalidasinya penduduk Kota Padang secara
keseluruhan. Pada tahun 2014, Pemko menyantuni warga yang meninggal dunia
sebanyak 850 orang dengan anggaran sebesar Rp 850.000.000,-. Tidak ada
pembedaan dalam pemberian santunan ini. Akan tetapi setelah dikaji dan
dievaluasi sesuai peraturan yang berlaku serta dihapusnya dana hibah bansos,
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyarankan santunan kematian ini hanya boleh
dibayarkan kepada masyarakat yang punya resiko sosial. Untuk itu, tahun 2015
ini akan diterbitkan Perwako sebagai dasar merealisasikan santunan kematian
ini. Masyarakat yang punya resiko sosial yang mendapatkan santunan ini adalah
masyarakat miskin yang terdata pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang
atau yang memiliki kartu Laman 6 dari 9Jamkesda/Jamkesmas/BPJS. Anggaran
santunan kematian ini pada tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp. 2,3 milyar.
Program 8.
Mendorong pertumbuhan ekonomi, mencetak 10.000 wirausahawan
baru di Kota Padang, pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, serta pemberdayaan
ekonomi masyarakat petani dan nelayan. Khusus untuk rencana mencetak 10.000
wirausahawan baru di Kota Padang, Pemko telah melakukan pada tahun 2014.
Ditargetkan, setiap tahun telah tercetak 2000 wirausahawan baru dan pada lima
tahun ke depan program ini mampu terealisasi sesuai harapan. Untuk Usaha Mikro
Kecil Menengah (UMKM), berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang
telah dilakukan pembinaan kepada warga yang berpotensi menjadi wirausahawan di
kelurahan-kelurahan. Sebanyak 2.111 calon wirausahawan di 11 kecamatan telah
dilakukan pembinaan dan dorongan untuk menjadi wirausahawan selama setahun ini.
Calon wirausahawan itu meliputi usaha kuliner, Industri Makanan Ringan (IMR),
Industri Keluarga Terpadu (IKT), waserda, jasa, PKL, pertanian, perkebunan,
perikanan, peternakan dan nelayan. Setelah diberikan dorongan dan pembinaan,
mereka diupayakan mendapatkan penguatan modal dari Koperasi Jasa Keuangan
Syariah (KJKS), dan lembaga keuangan mikro lainnya yang ada di kelurahan
masing-masing. Selanjutnya, agar mereka dapat mandiri, keseluruh calon
wirausahawan ini didorong berwirausaha mencapai tiga indikator, yakni punya
usaha sendiri, punya tempat sendiri, serta memenuhi / melengkapi persyaratan usaha.
Sejak 2014, Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan
(Dispernakbunhut) telah membina 81 UMKM kelompok tani. Mereka dibina dengan
bantuan berupa bibit bunga, polyback dan outlet. Total bantuan kepada
masing-masing UMKM tersebut berkisar antara Rp 12 hingga Rp 15 juta dengan
total Rp 150 juta. Selain itu mereka juga akan diupayakan untuk mendapatkan
bantuan permodalan dari lembaga-lembaga keuangan seperti KJKS, dan lain-lain.
Selain itu, Dispernakbunhut juga membantu UMKM berupa ternak sapi, pupuk, becak
motor serta alat pencacah jerami. Tujuannya, untuk melakukan pengolahan sampah
pertanian menjadi pupuk Laman 7 dari 9 organik atau lebih dikenal dengan
istilah Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO). Pada tahun 2014 lima UMKM
mendapat bantuan tersebut, dan pada tahun 2015 sebanyak tujuh UMKM. Dinas
Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) pada
tahun 2014 membina dan mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) sebanyak 145
orang, yang terdiri dari pelatihan menjahit, pelatihan makanan ringan dan
minuman, pembuatan peci, menyulam benang emas, AMT, GMP, menenun, bimtek dan
sertifikasi halal, pendaftaran merek serta bantuan kemasan. Pada 2015 dibina
219 orang dengan pelatihan pembuatan bata ringan, cinderamata, pengolahan aneka
makanan, sulaman benang emas, tenun, menjahit, bimtek, sertifikasi halal,
pendaftaran merek, bantuan kemasan, dan bisnis plan. Dinas Kelautan dan
Perikanan Kota Padang pada tahun 2014 hingga 2015 telah membantu 30 Usaha Kecil
Menengah (UKM) binaan. Mereka memiliki bidang usaha yang cukup beragam
diantaranya seperti perikanan tangkap, pengolahan pemasaran hasil perikanan
(P2HP), dan perikanan budidaya. Jenis bantuan yang diberikan seperti kapal
imkam mina, pukat cincin, PUMP, pembinaan dan teknologi, calon induk ikan lele
dan nila, serta benih dan pakan ikan.
Program 9.
Merevitalisasi objek wisata Kota Padang menjadi wisata
keluarga dan konvensi yang layak dan ramah. Pemko Padang telah mengambil
kebijakan dalam bidang revitalisasi objek wisata. Kawasan Wisata Terpadu (KWT)
menjadi fokus, dimana Pantai Air Manis, Gunung Padang, Muaro, kota lama dengan
bangunan heritage, serta Pantai Padang akan disulap menjadi kawasan wisata
andalan Kota Padang. Dalam setahun dua tahun ini, kawasan yang menjadi
prioritas utama yakni Pantai Air Manis dan Pantai Padang. Dalam masa setahun
kepemimpinan, DED pantai air manis sudah direalisasikan dengan pagu anggaran
Rp. 229.070.000,-. Kemudian pembangunan dua blok di Lapau Panjang Cimpago (LPC)
Pantai Padang, telah terrealisasi pada tahun 2014 dengan pagu anggaran yang
dialokasikan sebesar Rp. 845.243.785,-. Begitu juga peningkatan kebersihan
objek wisata Pantai Padang dengan alokasi anggaran Rp. 368.530.500,- pada tahun
2014. Sosialisasi pengembangan Pantai Air Manis juga telah direalisasikan pada
tahun 2014 dengan anggaran Rp 135.348.500,-. Begitu halnya dengan peningkatan
kebersihan objek wisata pantai purus sebesar Rp 294.606.000,-. Termasuk
pembinaan usaha pariwisata Kota Padang dan pengelolaan objek wisata dengan
anggaran Rp 560.757.500,- di tahun 2014. Laman 8 dari 9 Di tahun 2015,
dialokasikan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana objek wisata Pantai
Air Manis (Rp 1.200.000.000,-), pembangunan sarana dan prasarana objek wisata
(Rp 634.896.000,-), serta penyusunan DED infrastruktur Cimpago dengan rancangan
pagu Rp 200.000.000,-. Begitu juga dengan kegiatan lain di tahun 2014 seperti
disebutkan sebelumnya, juga mengalami peningkatan pagu anggaran pada tahun
2015. Terkait DED Pantai Air Manis, sudah dilakukan MoU dengan Pemerintah
Provinsi Sumatera Barat. Dimana sharing dana antara Pemko Padang sebesar 60
persen dan Pemprov sebesar 40 persen. Di Pemko Padang pagu dana untuk pantai
air manis yakni sebesar Rp. 1,2 Milyar sedangkan dana dari Pemprov sebesar Rp.
800 juta. Namun karena sharing dana antara pemprov dengan kabupaten dan kota
ditiadakan, saat ini hanya dana Pemko sebesar Rp. 1,2 M yang berjalan untuk
revitalisasi pantai air manis. Khusus untuk pantai padang, Lapau panjang
Cimpago akan selesai padan Juli 2015 ini. Dalam waktu dekat ini akan dilakukan
pemindahan pedagang ke bangunan LPC, sehingga sisi pantai akan kosong.
Paripurnanya, dalam akhir tahun 2015 ini pantai padang akan selesai dipercantik
dan akan menjadi kawasan primadona.
Program 10.
Menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS.
Program terakhir ini tengah dalam proses. Pemko Padang untuk saat ini
mengarahkan anggaran ini ke lurah dan perangkatnya. Itu dengan pertimbangan
bahwa beban lurah dalam bekerja cukup berat. Bahkan ada yang bertugas di daerah
sulit. Direncanakan, pada APBD-P 2015 ini tunjangan daerah bagi PNS akan
direalisasikan.** Prestasi Kota Padang 2014-2015 1. Penghargaan Adiwiyata
Nasional 2014 untuk 7 Sekolah di Kota Padang, yakni SMK Semen Padang, MAN
1, SMPN 11, MTsN Durian Taruang, MTsN Koto Tangah, SDN 10
Koto Bungus, dan SDN 29 Gantiang Utara;
2. Penghargaan Kota dengan pertumbuhan KJKS Tertinggi di
Sumbar dari Gubernur, 17 Juli 2014;
3. Penghargaan “Kota Langit Biru 2014” dari Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk kategori Kota Besar; Laman 9 dari 9
4. Prediket Kepatuhan Standar Pelayanan Publik untuk 12 SKPD
dari Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat, 19 Agustus 2014;
5. Trophy Laporan STATUS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH (SLHD)
terbaik nasional untuk kategori kabupaten/kota, 6 Juni 2014;
6. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Menteri
Perhubungan RI, 10 September 2014;
7. Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) dari
Menteri Dalam Negeri RI, 12 Maret 2014;
8. Penghargaan Kota Penggerak Koperasi terbaik se-Indonesia
2014 dari Menteri Koperasi dan UMKM, 9 Desember 2014;
9. Penghargaan Satpol PP Terbaik Tingkat Sumatera Barat
2015, April 2015;
10. Walikota Padang terpilih sebagai Ketua Komisariat
Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2015-2018, 25
April 2015;
11. Walikota Padang terpilih sebagai Ketua Dewan Eksekutif
Badan Kerjasama Regional Manajemen Samudera Lintas Pesisir (BK-MSLP) Wilayah
Sumatera Barat, 23 Oktober 2014;
12 Kota Padang ditetapkan oleh Kementerian Luar Negeri RI
sebagai tuanrumah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Menteri Luar
Negeri, negara-negara yang tergabung dalam The Indian Ocean Rim Association
(IORA), Oktober 2015;
13. Penghargaan sebagai Kota Berbasis Agro Ekonomi dari
Gubernur Sumbar, 11 April 2015;
14. Kota Padang ditetapkan sebagai tuanrumah pertemuan City
Sanitation Summit (CSS)XIV berdasarkan hasil Rakernas Aliansi Kabupaten/Kota
Peduli Sanitasi (Akopsi) di Bandung, September 2014;
15. Juara Umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII di
Dharmasraya, November 2014.
Ttd
H. Mahyeldi Ansharullah H. Emzalmi Zaini
Walikota Wakil Walikota
H. Mahyeldi Ansharullah H. Emzalmi Zaini
Walikota Wakil Walikota

Post a Comment