PADANGPOS.COM. (Padang),
Setelah sekian lama ‘mati suri’, akhirnya "Mak Itam" (kereta
api) kembali dihidupkan. Rel atau jalur kereta api yang selama ini
digunakan warga akan disterilkan. Karena itu Walikota Padang, H.
Mahyeldi Dt Marajo mengimbau kepada warga agar tidak lagi menggunakan
tanah di sepanjang rel kereta api.
“Agar kereta api kembali lancar, kami
harapkan warga mengembalikan fungsi rel sebagai jalur bagi kereta api,”
ujar Walikota saat melakukan dialog dengan jamaah Masjid Darussalam,
Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan dalam program Jumat
Keliling, Jumat (15/4).
Walikota berharap, rel kereta api yang
selama ini digunakan warga agar dikembalikan lagi, sehingga PT Kereta
Api Indonesia (PT KAI) dapat melakukan pembenahan terhadap rel yang ada.
Sebab, dalam tahun ini jalur kereta api memang sudah harus steril dari
bangunan.
“Kami mohon kepada warga bangunan yang ada di atas
rel kereta api dibebaskan supaya rel bisa digunakan,” tukuk Mahyeldi
sambil menyosialisasikan pengaktifan kembali kereta api kepada warga
setempat.
Seperti diketahui, pengaktifan kembali jalur kereta
api di Sumatera Barat sudah mulai dikerjakan. Pengerjaan ini dengan
anggaran mencapai Rp 2,7 triliun. “Ini bukan rencana lagi, tetapi sudah
dimulai. Bupati dan Walikota harus segera menyosialisasikan pengaktifan
kembali seluruh jalur kereta api ini, terutama pada masyarakat yang
menempati tanah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI),” ungkap Gubernur
Sumbar, Irwan Prayitno, kepada wartawan.
Menurutnya,
pembangunan jalur kereta memang sudah harus dilakukan. Apalagi,
transportasi darat yang tidak terkendala macet hanya kereta api. "Kereta
api adalah sarana transportasi yang mencirikan negara maju. Kita akan
menuju ke arah itu dengan mengaktifkan kembali jalur kereta yang sudah
ada dan menyambung jalur dari Logas ke jalur trans Sumatera di Pekan
Baru, Provinsi Riau," bebernya.
Irwan memahami dalam
pengaktifan kembali kerata api, cukup banyak tantangan yang dihadapi.
Terutama karena lahan PT. KAI banyak yang ditempati masyarakat, baik
secara legal dengan menyewa atau ilegal.
"Bagaimanapun, lahan milik
PT. KAI itu akan diambil alih kembali untuk pengaktifan kembali jalur
KA. Masyarakat harus memahami hal ini," sebutnya.
Sementara,
Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI), Divisi Regional (Divre) II Sumbar,
Sulthon Hasanudin mengatakan, untuk pengaktifan jalur kereta api itu,
yang terpenting adalah daerah bebas 11.75 meter sepanjang jalur kereta.
"Untuk lahan bebas ini tidak ada toleransi. Tidak boleh ada bangunan
atau hal lain yang menghalangi seperti billboard. Ini yang kita minta
dukungan dari masing-masing kepala daerah," katanya.
Anggaran
sebesar Rp2,7 triliun untuk pengaktifan kereta api digunakan untuk
peningkatan jalur kereta api dari Kacang sampai Solok, Muaro
Kalaban-Muaro, Naras Sungai Limau, Padang-Pulau Air dan peningkatan
jembatan kereta api dari Padang sampai Padang Panjang.(tf/ch/mn)

Post a Comment