Wakil
Walikota Padang, Emzalmi menyebut, kitab kuning merupakan kitab yang
kaya sumber ilmu pengetahuan. Sebab, di dalam kitab tersebut banyak
diajarkan ilmu hidup dan keagamaan seperti fiqih, akidah, akhlak,
muamalah, dan lainnya.
Lebih jauh dikatakannya, kitab kuning cukup sulit dipelajari. Bahkan
tidak banyak yang mampu membacanya dengan baik. “Tak banyak yang konsen
dalam upaya membaca kitab kuning,” tukas Emzalmi di depan seluruh
peserta dan undangan lainnya.
Emzalmi menyebut, banyak yang bisa membaca karena ada niat dan keinginan untuk memanfaatkan waktu membaca. Hal ini ditunjang dengan kesungguhan dalam belajar. “Beruntung banyak para guru dan buya kita yang memahami ilmu kitab gundul dan berupaya menurunkan ilmunya kepada generasi muda,” sebutnya.
Wawako berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguji kemampuan.
Serta menunjukkan bakat yang selama ini telah ditempa dan dipelajari di pondok pesantren masing-masing.
Sementara itu, Ketua Panitia, Syafrinaldi, mengatakan tujuan penting kegiatan ini yakni untuk mengasah kemampuan serta sebagai ajang seleksi agar nantinya dapat mewakili Sumatera Barat. “Ini merupakan momen bagus bagi peserta untuk dapat melenggang ke tingkat nasional,” ucapnya.
Ketua PKB Sumatera Barat, H. Febby Dt Bangso Nan Putiah menyebut pondok pesantren mesti dijaga dengan baik. Terutama dari pengaruh yang tak sesuai dengan ajaran lslam. “Di masa lalu pesantren turut ambil andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Febby juga memotivasi para santri yang hadir pada hari itu. Febby menyebut bahwa selama ini cukup banyak lulusan pesantren yang sukses saat ini. Diantaranya Menteri Agama, Lukman Hakim, Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa, serta lainnya. “Jangan pernah beranggapan lulusan pondok pesantren hanya menjadi ustad, tetapi bisa lebih sukses di bidang lain,” ungkapnya.
Musabaqah Qiroah Kitab Kuning (MQK) antar santri setingkat MA se-Sumatera Barat ini diikuti 80 peserta dari sejumlah pondok pesantren di Sumbar. Mereka memperebutkan hadiah yang cukup menggiurkan. Pemenang akan mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional.(Charlie / Vebrinanda / Mursalim)
Emzalmi menyebut, banyak yang bisa membaca karena ada niat dan keinginan untuk memanfaatkan waktu membaca. Hal ini ditunjang dengan kesungguhan dalam belajar. “Beruntung banyak para guru dan buya kita yang memahami ilmu kitab gundul dan berupaya menurunkan ilmunya kepada generasi muda,” sebutnya.
Wawako berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguji kemampuan.
Serta menunjukkan bakat yang selama ini telah ditempa dan dipelajari di pondok pesantren masing-masing.
Sementara itu, Ketua Panitia, Syafrinaldi, mengatakan tujuan penting kegiatan ini yakni untuk mengasah kemampuan serta sebagai ajang seleksi agar nantinya dapat mewakili Sumatera Barat. “Ini merupakan momen bagus bagi peserta untuk dapat melenggang ke tingkat nasional,” ucapnya.
Ketua PKB Sumatera Barat, H. Febby Dt Bangso Nan Putiah menyebut pondok pesantren mesti dijaga dengan baik. Terutama dari pengaruh yang tak sesuai dengan ajaran lslam. “Di masa lalu pesantren turut ambil andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Febby juga memotivasi para santri yang hadir pada hari itu. Febby menyebut bahwa selama ini cukup banyak lulusan pesantren yang sukses saat ini. Diantaranya Menteri Agama, Lukman Hakim, Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansa, serta lainnya. “Jangan pernah beranggapan lulusan pondok pesantren hanya menjadi ustad, tetapi bisa lebih sukses di bidang lain,” ungkapnya.
Musabaqah Qiroah Kitab Kuning (MQK) antar santri setingkat MA se-Sumatera Barat ini diikuti 80 peserta dari sejumlah pondok pesantren di Sumbar. Mereka memperebutkan hadiah yang cukup menggiurkan. Pemenang akan mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional.(Charlie / Vebrinanda / Mursalim)

Post a Comment