PADANGPOS.COM. (Padang),
Pemalak yang selama ini meresahkan pengunjung Pantai Padang
akhirnya dibekuk, Minggu (27/12) malam. Dua pemalak tertangkap tangan
setelah memaksa pengunjung membeli dagangannya dengan harga tidak wajar.
Kedua pelaku berinisial MG (26) dan PS (23). Keduanya warga
Purus. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih ditahan di Mapolsek
Padang Barat.
Kapolresta
Padang melalui Kapolsek Padang Barat Kompol Sumintak mengatakan, kedua
pelaku ditangkap setelah mendapat laporan dari pengunjung yang menjadi
korban pemalakan. Korban mengaku dipaksa membeli minuman botol dengan
harga diluar kewajaran.
"Keduanya ditangkap di TKP di tugu
PADANG-IORA jalan Samudera Pantai Purus sekitar pukul 23.00 Wib. Mereka
diamankan setelah korban melapor ke Pospam Danau Cimpago," ujar
Kapolsek, Selasa (28/12).
Menurut Kapolsek, kronologis kejadian
berawal ketika korban yang sedang menikmati keindahan pantai didatangi
kedua pelaku. Pelaku menjual teh botol kepada korban dengan cara
memaksa. Harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan harga standar. Pelaku
mematok harga sebotolnya Rp 10 ribu hingga 15 ribu. Karena tidak merasa
senang, korban yang baru datang dari Jambi ini melaporkan kejadian yang
menimpanya ke Pospam Cimpago. Begitu mendapat laporan, pihak berwajib
langsung membekuk kedua pelaku.
"Pelaku langsung kami bawa ke Polsek untuk diperiksa di Unit Reskrim," ujar Kapolsek.
Hingga kini kedua pelaku masih terus diperiksa di Mapolsek Padang
Barat. Kejadian ini mendapat respon positif dari masyarakat. Agra (36)
menyebut, sudah saatnya pengunjung yang menjadi korban palak tidak
takut-takut melapor. Karena saat ini pihak berwajib dan unsur Muspika
sangat mendukung bersihnya Pantai Padang dari aksi kriminal.
"Selama ini kan banyak yang takut lapor. Jangan takut melapor jika jadi
korban, kalau takut berarti kita membiarkan pelaku melakukan aksinya dan
akan semakin menjadi-jadi," ujar warga Kuranji ini.
Warga
lain, Wery juga berujar sama. Wanita asal Sungai Penuh yang kini
berdomisili di Padang ini sangat mendukung aksi penangkapan yang
dilakukan pihak berwajib.
"Kalau sudah ditangkap, ini akan
menjadi efek jera bagi pelaku lain. Kita berharap foto pelaku dipajang
di koran supaya mereka malu dan tidak lagi melakukan aksinya,"
sebutnya.*

Post a Comment