![]() |
| Wakil Walikota Padang, Ir. H. Emzalmi, M.Si |
PADANGPOS (Padang)
Memudarnya pemahaman adat dan
budaya Minangkabau di kalangan generasi muda Kota Padang menjadi kerisauan
tersendiri para ninik mamak. Terutama karena semakin minimnya regenarasi
pemangku fungsional adat yang dapat berperan sebagai pelestari adat dan budaya
itu sendiri.
Hal itu dikatakan Wakil Walikota
Padang H. Emzalmi Tan Bagindo
saat membuka kegiatan Pembinaan Pemangku
Fungsional Adat di Gedung Genta Budaya, Senin (9/3).
Menurut Wawako Emzalmi , salah
satu usaha Pemko Padang untuk menciptakan Kota Padang yang religius dan
berbudaya adalah dengan melakukan kegiatan peningkatan pengetahuan dasar nilai
- nilai adat dan kajian seni budaya Minangkabau bagi anak nagari.
"Untuk menghindari hilangnya
adat dan budaya kita seiring perkembangan zaman, maka perhatian terhadap
kelestariannya harus dengan maksimal kita berikan," ujar Emzalmi.
Selain, pembinaan yang dilakukan
melalui dinas terkait, penguatan muatan lokal dalam pendidikan Budaya Alam
Minangkabau (BAM) juga sebagai bentuk upaya dalam melestarikan adat dan budaya
tersebut. "Disamping itu dibutuhkan peran ninik mamak yang lebih aktif
dalam membimbing anak kemenakan agar memiliki kecintaan terhadap budayanya
sendiri," Ujar Wawako.
Dalam kegiatan yang dihadiri
Muspida, para ninik mamak dan generasi muda ini, Wawako menekankan, ninik mamak
pun perlu mempersiapkan generasi untuk pewaris pemangku fungsional dengan
musyawarah dan melalui langkah - langkah kongkrit berkelanjutan.
"Dengan demikian, akan
dihasilkan generasi yang mumpuni dalam menjalankan fungsi - fungsi adat,
sekaligus generasi yang peduli dengan kelestarian adat budaya,"
Sementara itu, Ketua Lembaga
Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang Zainuddin Husin Datuk Rajo
Lenggang menyampaikan keprihatinannya terhadap tergerusnya nilai adat dan
budaya Minangkabau di tengah masyarakat Kota Padang.
Hal itu diindikasikan
rendahnya implementasi nilai - nilai yang dijunjung tinggi masyarakat
Minangkabau, seperti kejujuran, hormat, bersih, adil, tepat waktu dan lain
sebagainya.
"Saya berharap dari
pembinaan - pembinaan yang dilakukan, pemahaman terhadap nilai - nilai dalam
adat dan budaya Minangkabau kembali dipahami dan tercermin dalam sikap,"
ujarnya.
Kegiatan ini merupakan agenda
rutin yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang khusunya
Bidang Seni dan Budaya.(tf)

Post a Comment