PADANGPOS.COM. (Padang),
Pemerintah
Kota Padang melalui Dinas Pasar terus melakukan pembenahan bagi kawasan
Pasar Raya Padang demi menjadikan pusat perdagangan utama kota ini yang
senantiasa kondusif dan representatif.
Kepala Dinas Pasar Kota
Padang, Endrizal menyebutkan pihaknya dalam penataan tanpa melakukan
penggusuran bagi pedagang kaki lima (PKL). Cukup banyak penataan yang
harus dilakukan seperti halnya PKL di sekitaran Bundaran Air Mancur.
Namun dalam hal ini pihaknya mencarikan solusi yang terbaik tanpa
penggusuran.
"Jadi, dalam hal ini kita carikan solusinya dulu.
Seperti tampaklah peluang adanya lokasi strategis di jalan Hiligoo
antara Mesjid Raya Muhammadiyah dengan Toko Bata. Kita membuat kapal
kuliner dengan panjang 16 meter dan lebar sebesar 10,5 meter, untuk
memindahkan sebanyak 58 PKL yang sebelumnya berjualan di sekitaran
Bundaran Air Mancur tersebut," terang Endrizal didampingi Kepala Bidang
(Kabid) Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban, Adlin Gusmar dan Kabid
Pengembangan Pasar, Arliswandi diruang kerjanya, Senin (5/9).
Menurut Endrizal, dengan dibuatkannya kapal kuliner tersebut pihaknya
juga yakin akan memberikan daya tarik sehingga orang pun menjadi
penasaran dan bakal banyak berbelanja, makan dan minum di sekitar sana.
“Saat ini kita sedang mencari CSR yang ingin membantu dalam pengadaan
gerobak untuk 58 pedagang yang akan menempati kapal kuliner tersebut.
Alhamdulillah telah ada beberapa BUMD yang membantu serta Baznas Kota
Padang. Semoga 20 September nanti semua gerobaknya telah tersedia dan
pedagang sudah bisa berjualan,” sebutnya.
Seiring dengan itu
tambah Endrizal, untuk jalur lalu lintas di kawasan tersebut agar tetap
lancar, pihaknya akan berkoordinasi terkait pemilahan untuk jalur mobil
angkutan umum yang melintasi jalur tersebut.
Antara lain angkutan umum arah ke Air Tawar atau ke Lubuk Buaya nantinya akan melalui jalur jalan Bundo Kanduang, sedangkan angkutan arah ke Teluk Bayur atau arah yang sama melalui jalan Hiligoo.
Antara lain angkutan umum arah ke Air Tawar atau ke Lubuk Buaya nantinya akan melalui jalur jalan Bundo Kanduang, sedangkan angkutan arah ke Teluk Bayur atau arah yang sama melalui jalan Hiligoo.
"Jadi sistemlah yang mengatur untuk
jalur lalu lintas tersebut. Untuk lebih jelasnya hal ini, kita akan
menyosialisasikan lebih detail nantinya.
Kita berharap, adanya kapal kuliner di tengah pasar ini, secara bertahap dapat menambah keindahan yang melihatkan pasar yang bernuansa wisata. Apalagi sentral kuliner yang disajikan di sana, juga menjadi pemanis untuk menghidupkan suasana pasar raya di malam harinya,” ulas Endrizal mengakhiri.
Kita berharap, adanya kapal kuliner di tengah pasar ini, secara bertahap dapat menambah keindahan yang melihatkan pasar yang bernuansa wisata. Apalagi sentral kuliner yang disajikan di sana, juga menjadi pemanis untuk menghidupkan suasana pasar raya di malam harinya,” ulas Endrizal mengakhiri.
Sementara
itu Syafri (56) salah seorang dari PKL yang dipindahkan mengaku tidak
keberatan dan malah senang dipindahkan berjualan ke kapal kuliner
tersebut.
"Kapal kuliner ini sangat unik dan baru pertama kali
ada di Pasar Raya Padang. Semoga saja omset penjualan kita menjadi naik
nantinya, apalagi gerobak baru juga telah disediakan," ungkapnya.
Kemudian Yusmainar (49) pengunjung pasar raya menyambut baik adanya pemindahan pedagang ke kapal kuliner.
"Ini menurut saya sangat tepat, karena menjadikan kawasan Bundaran Air
Mancur menjadi rapi tertata dengan baik sehingga membawa kesan positif sekali karena bebas dari para PKL," ucapnya. (tf/dv)
Post a Comment