Pemerintah Kota Padang menerapkan system parkir meter atau
‘smart parking sistem’ terhitung 1 September ini. Langkah awal, Padang
memberlakukannya di tiga titik. Parkir meter ini nantinya akan berdampak
positif bagi masyarakat dan negara.
Walikota Padang H. Mahyeldi
Ansharullah Dt Marajo menyebut, berdampak positifnya parkir meter
karena akan membentuk warga agar disiplin dalam parkir. Selain itu,
warga juga terdorong untuk lebih cerdas dalam menggunakan teknologi di
saat Padang mulai menerapkan “Smart City”.
“Walikota Padang, melaunching Parkir Meter hari ini (1 September 2016), Penerapan parkir
meter ini akan mengajak warga untuk lebih disiplin dan cerdas,” ujar
walikota di Ballroom Grand Inna
Muara Hotel Padang, Kamis (1/9).
Dalam penerapan parkir meter, Pemko Padang menggandeng PT Mas Arya Tunggal Abadi (MATA). Tiga
titik diberlakukannya parkir meter ini yakni ruas jalan Permindo, jalan
Niaga, dan Pondok.
Sisi lain yang cukup menarik dalam penerapan
parkir meter ini yakni warga tidak lagi harus menggunakan uang tunai.
Peredaran dan transaksi dengan uang secara tunai berkurang sehingga
negara dapat terbantu. “Maka lewat penggunaan parkir meter ini kita bisa
memanjakan warga,” terang Mahyeldi.
Penerapan parkir meter ini
mendapat dukungan kuat dari Ketua DPRD Kota Padang Erisman yang hadir
dalam launching tersebut. Menurutnya Padang telah menjadi pilot project
penerapan parkir meter.
“Asalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik dan tidak bocor, kami di legislatif mendukung seratus persen,” tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo)
Kota Padang Dedi Henidal menyebut bahwa kebijakan parkir meter merupakan
tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kota Padang nomor 11 tahun 2011
tentang Retribusi Jasa Umum. Selain itu, parkir juga bertujuan untuk
meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang.
“Penerapan parkir meter ini untuk meminimalisir kebocoran dan
meningkatkan PAD sekaligus upaya menuju Kota Padang sebagai smart city,”
sebutnya.
Direktur Utama PT Mas Arya Tunggal Abadi (MATA) Ade
Sofyan menuturkan dalam parkir meter ini pihaknya memasang 43 parkir
meter untuk sepeda motor, serta 32 parkir meter untuk roda empat. Untuk
isi ulang, pengguna bisa mendapatkannya di lokasi parkir meter. “Nilai
investasi keseluruhan sebesar Rp 3,6 miliar,” terangnya.
Saat
launching itu juga tampak hadir Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Saat
ditemui, dirinya mengaku ingin belajar banyak penerapan parkir meter
yang dilakukan Kota Padang. Karena itu pihaknya terbang ke Padang untuk
melihat langsung ‘smart parking sistem’. “Kami ke sini untuk melihat
penerapan parkir meter Kota Padang untuk kemudian kami copi paste,”
sebutnya.
Parkir meter diterapkan untuk roda dua dengan tarif
Rp2.000 pada jam pertama dan Rp1.000 per jam berikutnya. Selain itu
ditambah dengan premi asuransi Rp 200 setiap kali masuk parkir.
Kemudian, untuk kendaraan roda empat dengan tarif Rp3.000 pada jam
pertama dan Rp1.000 per jam berikutnya dengan premi Rp 300 setiap kali
masuk parkir.
Nantinya juru parkir akan menuntun penggunaan kartu di
lokasi parkir. Pengelola perparkiran akan memasang parkir meter di
sejumlah lokasi dan masyarakat bisa membeli kartu di lokasi tersebut,
seharga Rp 20.000 dengan saldo Rp 10.000, Rp 30.000 untuk saldo Rp
20.000, dan Rp 60.000 untuk saldo Rp 50.000.(tf/ch/yz)

Post a Comment