Bebeda dengan sebelumnya, Pembukaan Padang Fair
2015 ini dimeriahkan dengan pawai budaya, bukan saja dari etnik di Kota Padang
tetapi juga dari berbagai kota di Sumatera.
Hal itu, karena momennya bertepatan
dengan pelaksanaan Musyawarah Komisariat Wilayah I (Muskomwil I) Asossiasi
Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Padang, sehingga kota - kota
di lingkup Komwil I, sebagian turut ambil bagian menampilkan kekhasan budaya
masing - masing.
Tak ayal, kawasan GOR H. Agus Salim Padang disesaki ribuan
pengunjung pada acara pembukaan Padang Fair 2015 yang berlangsung, Jumat (24/4) petang tadi.
Pembukaan ditandai
dengan pemukulan beduk oleh Walikota Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil
Walikota Emzalmi, serta disaksikan oleh Muspida dan para Walikota Komwil I
Apeksi yang hadir.
Menurut Mahyeldi, pembukaan Padang Fair yang bertepatan
dengan pelaksanaan Musyawarah Komwil I Apeksi di Kota Padang merupakan suatu
strategi untuk mendatangkan banyak pengunjung, sehingga terjadi mobilitas
transaksi yang tinggi sekaligus mendorong terbukanya peluang pasar yang lebih
luas bagi produk - produk lokal.
"Kedepan, kita akan berusaha untuk selalu membuat iven
- iven besar, berskala nasional maupun internasional di Kota Padang. Karena
memang kita tempuh dua strategi, mendatangkan banyak orang atau membawa produk
kita keluar sebanyak - banyaknya," ujar Mahyeldi yang baru saja terpilih
sebagai Ketua Komwil I Apeksi.
Mahyeldi menambahkan, Padang Fair yang telah digelar rutin
tiap tahun selama sepuluh tahun bersama PT Solindo Covex, merupakan salah upaya
dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016,
Dimana
persaingan produk dan bisnis akan lebih ketat, karena lalulintas perdagangan
yang semakin terbuka antar negar di kawasan regional Asia Tenggara.
"Mau - tak mau kita harus menghadapi itu (MEA). Maka
langkah yang tepat untuk menghadapinya adalah meningkatkan pembinaan terhadap
UMKM agar menghasilkan produk yang berdaya saing," ujarnya.
Sementara itu, Khairul Ummaya dari pihak Solindo Convex
selaku pelaksana menyebutkan, terdapat 68 stan yang ditempati oleh perusahaan
yang tidak hanya lokal tapi juga dari beberapa provinsi di Indonesia, seperti
Surabaya, Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Beberapa stan juga diisi oleh pelaku
UMKM dari sebelas kecamatan di Kota Padang.
"Kita melihat antusiasme dari pelaku usaha dan
masyarakat sendiri cukup tinggi setiap tahunnya, sehingga kita optimis, Padang
Fair ini akan dapat meningkatkan gairah perdagangan, usaha kecil serta
menggairahkan ekonomi di Kota Padang," pungkas Khairul. (tf)


Post a Comment