Sekali lagi, wilayah rawan gempa bumi di Asia Tengah yang menjajar dari India, Nepal, Pakistan, hingga Afghanistan kembali bergerak mencari keseimbangan barunya.
Pegunungan puncak dunia yang terbentuk akibat pergerakan lempeng Eurasia di utara dan lempeng India di Selatan terus bergerak setiap tahunnya dalam pergerakan 37 mm/tahun.
Akibat gerakan tanpa henti ini, banyak patahan lempeng yang mengunci. Jika kuncian lempeng lepas, selayaknya ketapel. Akan melepas energi besar yang tersimpan sekian tahun di bawah permukaan bumi.
Hal inilah yang kemarin, Senin (26/10) kembali terjadi. Kali ini titik pelepasan energi gempa berada di utara Afghanistan, dekat dengan perbatasan Afghanistan dan Pakistan.
Diberitakan oleh Reuters, gempa bumi dahsyat yang mengguncang Afghanistan di akhir Oktober 2015 tercatat oleh USGS Earthquake Hazards Program berada dalam kekuatan 7,5 Skala Richter.
Kedalaman gempa berada sekitar 210 km di bawah titik pegunungan Hindu Kush, Afghanistan. Besaran gempa yang cukup dahsyat ini mengagetkan penduduk sekitar wilayah terpencil pegunungan atap dunia di Afghanistan.
Hingga tulisan ini diturunkan, kurang lebih 200 jiwa tewas. Korban jiwa terbanyak justru berada di wilayah padat penduduk sekitar utara Pakistan.
Satu kisah pilu yang cukup menyita perhatian media internasional adalah kisah tewasnya belasan siswi setelah gempa bumi besar mengguncang pegunungan Hindu Kush Afghanistan.
Dilansir dari kantor berita CNN, kala itu puluhan siswa siswa sedang melakukan aktiitas di sekolah mereka di dekat lokasi titik gempa, Takhar, Afghanistan. Kemudian sesaat gempa mengguncang dahsyat dengan kekuatan 7,5 SR, setara dengan guncangan level 7 dalam skala Mercalli, atau kekuatan sangat kuat.
Puluhan siswa-siswi itu kemudian berlarian menyelamatkan diri dari sekolah mereka. Akhirnya puluhan siswa terjatuh dan terinjak karena kepanikan yang tak bisa terkontrol.
Abdul Razaq Zinda, seorang pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Afghanistan mengatakan bahwa puluhan siswi yang badannya tak sekuat siswa-siswa terjatuh dan terinjak oleh pelajar yang berlarian menyelamatkan diri.
Akhirnya, 12 orang siswi tewas mengenaskan karena terinjak oleh teman-temannya sendiri.
Secara geografis memang gempa bumi yang mengguncang Afghanistan berada di wilayah terpencil di sekitar desa-desa kecil pegunungan Hindu Kush. Jarak titik gempa dari Kota Kabul, Afghanistan sejauh 254 kilometer ke utara-timur laut.
Masih teringat dalam benak bagaimana di jalur patahan gempa yang sama, lebih dari 10 tahun lalu sebuah gempa dahsyat juga pernah mengguncang wilayah pegunungan utara Pakistan.
Kala itu gempa dahsyat Pakistan menewaskan lebih dari 75 ribu jiwa. Sebuah catatan pilu yang fantastis akibat gempa besar. [] (Jal)

Post a Comment