OLAHRAGA motorcrosss atau trabas, merupakan hobinya anak muda yang punya keberanian, keuletan, kecermatan dan kecerdasan. Soalnya, tak semua anak muda yang mau dan mampu menggeluti olahraga penuh tantangan tersebut.
Tapi, bagi Prof Dr H Irwan Prayitno Psi Msc, anak nagari Taratak Paneh Kecamatan Kuranji Kota Padang, olahraga motorcross dengan menggunakan sepeda motor trail sudah merupakan salah satu olahraga kesukuaannya atau hobynya.
Bahkan, sebagai seorang akademisi dan politisi yang hidup sederhana dan bersahaja, olahraga trabas merupakan olahraga yang disenanginya, Irwan Prayitno, meskipun hobynya itu termasuk yang menjadi sorotan bagi segelintir masyarakat Ranah Minang Sumatera Barat. Kenapa? Karena tudingan bernada negatif kepada Irwan Prayitno itu, dikait-kaitkannya dengan sosok Irwan Prayitno yang mereka juluki usradz dan sekaligus mereka menilai olahraga trabas tak layak dan pantas dilakukan. Alasannya, karena Irwan Prayitno seorang datuk di kampungnya. Sudah itu, dikatakannya juga, olahraga trabas merusak citra Irwan Prayitno yang juga melakukan aktifitas sebagai juru dakwah.
Tapi tudingan bernada minor alias miring tersebut, tak membuat Irwan Prayitno tersinggung, apalagi marah karena dilecehkan para pialang politik yang sengaja "membunuh" pencitraan pendiri lembaga pendidikan Adzkia di Kota Padang ini.
Yang menariknya, setiap tudingan bernada hujat dan fitnah, tak pernah dibalas Irwan Prayitno. Bahkan, Irwan Prayitno memaafkan setiap orang yang menghujat dan menfitnahnya. Bagi Irwan Prayitno, fitnah tak harus dibalas dibalas dengan fitnah dan hujatan pula.
Menurut Irwan Prayitno, tak satu pun ayat dan hadist nabi yang mengajari membalas fitnah dengan fitnah. Biarkanlah orang memfitnah, yang penting kita harus tetap berjalan dengan jalan yang sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist Muhammad Rasullullah.
Ternyata, sewaktu Irwan Prayitno mendapat amanah dari masyarakat Ranah Minang menjadi Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015, olahraga trabas memermudah dan memperlancar tugasnya untuk mengunjungi masyarakat yang tinggal di nagari-nagari yang belum mempunyai jalan yang baik dan mulur.
Sebagai faktanya, Harian Republika dan berbagai media lainnya, menuliskan perjalanan Irwan Prayitno dalam melakukan kunjungan kerja lapangan ke lokasi daerah-daerah terisolir dengan olahraga motorcros ( Trabas). Seperti Harian Republika menuliskan Irwan Prayitno berkunjung ke Ampia Parak Kabupaten Pessel dengan melakukan peninjauan kebun rakyat serta melakukan dioalog menjeput aspirasi masyarakat dengan masyarakat disekitar lokasi perkebunan tersebut.
Kemudian, Irwan Prayitno kepada Harian Republika menyampaikan, baginya olahraga trabas, selain menyalurkan hobi juga pada dasarnya melakukan kegiatan melihat dari dekat kondisi masyarakat yang ada di daerah terisolir di beberapa daerah kabupaten yang masih tertinggal. Manfaatnya, telah banyak masyarakat di daerah yang terpencil yang dikunjungi Irwan Prayitno sebagai gubernur. Selain Jorong Ampiang Parak Pessel, Nagari Silayang Kecamatan Mapat Tunggul Selatan Kabupaten Pasaman, Kecamatan Tanjung Mutiara Singkarak.
Selanjutnya, Irwan Prayitno juga melakukan kunjungan ke Nagari Garabak Data di Solok Selatan yang masyarakatnya disana masih mempergunakan kuda yang mereka sebut sebagai kuda baban.
Selanjutnya, masalah hoby trabas Irwan Prayitno juga pernah ditulis oleh Tabloid Bijak.Com. Di portal berita tersebut, dituliskan kalau perjuangan Irwan Prayitno dengan motor trail, selalu berdampak kemajuan terhadap daerah yang dikunjungi. Sesulit apapun rute ke lokasi, tak menciutkan nyalinya, meski kata orang; nyawa taruhannya. Itu selalu dilakukan dalam menjemput aspirasi dan melihat langsung kondisi riil masyarakat.
Bahkan, ketangkasan Irwan Prayitno menggunakan motor trail, tak perlu ditanyakan lagi. Sebab olahraga memacu adrenaline ini, memang hobi sejak muda. Namun di balik itu, terselip sebuah keinginan besarnya agar dapat melihat langsung masyarakat di daerah terpencil, dan mengatur langkah, mencarikan solusi apa yang menjadi keinginan masyarakat. (Sendu Armi Skom, wartawan Padangpos.com)

Post a Comment