Ads (728x90)

SEBAGAI seorang akademisi  yang berhasil menyelesaikan pendidikan S3 dengan prediket cumlaude dengan nilai IPK 3, 97,  sosok Prof. Dr. Irwan Prayitno, Psi, MSc yang lahir 20 Desember 1963 lalu, juga seorang politisi yang pernah mengabdi selama tiga periode di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari PKS.

Di dunia pendidikan, Irwan Prayitno yang merupakan anak nagari  dari Taratak Paneh Kecamatan Kuranji Kota Padang, menjalankan  pendidikan menengah di Kota Padang, yakni di SMA 3 Kota Padang.  

Kemudian, Irwan Prayitno yang terjun sebagai  aktivis dakwah menyelesaikan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1982. Kemudian, Irwan Prayitno pulang ke kampung leluhurnya dan  mendirikan Yayasan Pendidikan Adzkia, yang sampai sekarang menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Padang Tercinta.

Sedangkan mata rantai karier politik Irwan Prayitno, sebagai buah reformasi telah dimulainya dengan berdakwah dari kampus ke kampus. Bahkan, Irwan Prayitno dinilai sebagai aktifis yang mendorong mahasiswi-mahasiswi untuk menutupi auratnya.

Yang menarik, kesuksesan Irwan Prayitno di dunia pendidikan dan politik, tak membuat penampilannya berubah. Bahkan Irwan Prayitno meminta kepada siapa pun untuk tidak memaksa dirinya berubah sesuai ketentuan protokoler, saat menjadi Gubernur Sumatera Barat.  "Jangan paksa saya mengubah style hidup saya, karena bagi saya fasilitas jabatan apa pun adalah sunah, kewenangan justru suatu kewajiban bagi saya," katanya waktu itu. 

Ketimbang menggunakan anggaran yang tersedia, Irwan mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang telah ada. Bahkan Irwan Prayitno menolak masukan untuk membeli mobil dinas baru dan masih menempati rumah dinas lama. 

Yang hebatnya lagi, ketika disodori alasan menutup malu kepada menteri atau pejabat negara lainnya yang datang berkunjung, Irwan lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk dijadikan mobil pelat merah.

Begitu juga saat rekonstruksi kantor pemerintahan yang rusak akibat gempa bumi 30 September 2009, sempat dianggarkan pembangunan kantor baru untuk gubernur. Namun, Irwan mengalihkan penggunaannya untuk tiga SKPD yang kantornya rusak, memilih berkantor menempati rumah dinas lama di Jalan Sudirman. 

Setiap melakukan perjalanan keluar provinsi, Irwan tak pernah memilih maskapai penerbangan dan  selalu memilih dan merasa nyaman  duduk di kelas ekonomi, sebagai sebuah keteladan seorang pemimpin yang rendah hati dan bersahaja, serta tampil tanpa atribut benggo lambang gubernur dan minim protokoler. Masalah itu karena Irwan Prayitno tak ingin ada pembatas antara dirinya dan masyarakat. 

Sesibuk apapun pekerjaaanya, Irwan Prayitno tetap menunaikan dakwah selama menjabat sebagai gubernur. Bahkan, dua kali sebulan setiap Jumat pagi, Irwan Prayitno selalu mengisi wirid mingguan yang diikuti jajaran pegawai Pemprov Sumatera Barat. Kegiatan wirid dipusatkan di Masjid Raya Sumatera Barat sejak awal tahun 2012, meskipun saat itu penggunaan masjid belum diresmikan. Selama Juni dan bulan Ramadhan 2014 dan 2015, Irwan Prayitno selalu memberikan tausiah dalam kunjungan ke instansi-instansi pemerintah.

Waktu untuk anak dan istrinya, Irwan Prayitno sengaja memanfaatkan sisa waktunya bercengkrama sama keluarga, serta berolahraga. Yang hebatnya, Irwan Prayitno punya hoby olahraga otomotif trabas, serta senang berlahraga badminton, dan karate.

Setiap ada acara resmi, Irwan Prayitno selalu diminta bernyanyi dan kondisi itu pulalah yang mendorongnya belajar bernyanyi. Sedangkan bermain musik, Irwan Prayitno mahir sebagai dramer.

Dari berbagai kehebatan dan kelebihan Irwan Prayinto tersebut, wajar saja jika Partai Kesejahteraan (PKS) memintanya untuk maju kembali di Pilgub Sumbar, 2015-2020, yang aleknya dilaksanakan, 9 Desember 2015. Dorongan sama juga datang berbagai lapisan masyarakat, agar Irwan Prayitno melanjutkan kepemimpinannya untuk Sumbar Sejahtera. LANJUTKAN. (Sendu Armi, wartawan Padangpos.com).

Post a Comment