Imbauan Pemko Padang kepada masyarakat untuk
terus mengenakan masker disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Dampak
Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Padang Edi Hasymi bersama Kepala
Dinas Kesehatan Dr Eka Lusthi di Radio Republik Indonesia (RRI), Kamis
(22/10). Pemko Padang memastikan kepada seluruh masyarakat agar
mengantisipasi kabut asap dengan mengenakan masker.
“Kita Pemko
Padang lebih kepada upaya antisipasi. Pastikan seluruh anak sekolah dan
masyarakat lainnya untuk memakai masker,” kata Edi.
Edi mengajak
seluruh perangkat pemerintahan mulai dari yang terendah untuk peduli
dengan kabut asap. Seluruh camat diharapkan untuk mendatangi
sekolah-sekolah untuk memastikan anak sekolah memakai masker.
Edi menyebut, upaya Pemerintah Kota Padang menyikapi kabut asap ini
yakni dengan terus memberi ajakan dan imbauan. Dirinya melihat, selama
ini masih banyak masyarakat yang abai, tidak memakai masker saat ke luar
ruangan.
“Kita wajib selalu memberikan imbauan kepada masyarakat dan itu terus kita lakukan,” katanya.
Sejak kabut asap melanda Indonesia, termasuk Kota Padang, Pemerintah
Kota Padang terus menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Mulai dari mengajak masyarakat mengenakan masker hingga ajakan dan
imbauan yang disampaikan lewat radio dan media massa lainnya.
Edi membenarkan jika kepekatan kabut asap di Padang beberapa hari ini
mengalami fluktuasi. Terkadang cukup tebal, tetapi di lain waktu
menipis. Pada Kamis (22/10) pagi kepekatan asap sedikit tebal dari
sebelumnya.
“Kita terus mengukur. Jarak pandang pada hari ini
(Kamis-red) memang agak pendek dari hari kemarin. Antisipasinya kita
mengimbau masyarakat banyak mengkonsumsi air putih, sayur dan buahan,
mengurangi aktifitas di luar ruangan bila tidak perlu, lindungi air
minum dari asap dan debu, serta mencuci makanan terutama buah dan sayur
sebelum dikonsumsi.
Kemudian meningkatkan kewaspadaan di jalan raya
karena menurunnya jarak pandang, dan lebih utama lagi jangan membakar
sampah. Mengenakan masker tidak hanya di luar ruangan, tetapi juga di
dalam ruangan,” timpalnya.
Sementara itu, Dr Eka Lusthi
menyebut setelah melihat kondisi kabut asap hari ini, Walikota Padang
kemudian menginstruksikan jajaran kerjanya untuk membagikan masker
kepada masyarakat. Setiap Puskesmas di bawah jajaran Dinas Kesehatan
membagikan masker.
“Duapuluh dua puskesmas menyediakan masker
meski mengalami kekurangan. Saat ini pasokan masker sebanyak 80.000
sudah menuju gudang farmasi,” katanya.
Eka mengatakan dampak
menghirup kabut asap cukup lama akan mengganggu kesehatan. Mereka yang
mengalami sakit kronis, jantung serta alergi termasuk asma akan
mengalami sesak nafas.
Bagi yang tidak memiliki penyakit, akan mengalami
ISPA yang diawali dengan batuk, flu, influenza dan penurunan daya tahan
tubuh.
Eka juga menjelaskan bahwa seluruh masker berbagai jenis
dan bentuk dapat mengantisipasi kabut asap. Karena masker berfungsi
untuk menyaring udara dan mengurangi dampak polusi yang masuk ke tubuh.
Untuk pemakaian masker yang benar, warna hijau tua pada masker berada di
dalam (di hidung dan mulut). Sedangkan bagian berwarna putih berada di
luar.
“Warna putih pada masker itu cukup rapat sehingga dapat
menyaring udara yang datang dari luar. Kalau masker digunakan
sebaliknya, warna hijau di luar itu sebenarnya untuk mengantisipasi
infeksi dan lainnya,” terang Eka.
Eka mengatakan, masalah
kesehatan masyarakat tidak hanya selesai oleh Dinas Kesehatan. Akan
tetapi perlu ketenangan dalam menghadapi masalah kabut asap.
“Kita jangan sangat reaktif dengan kabut asap ini. Tugas kami mencegah
lebih baik dari mengobati sehingga masyarakat tidak sakit,” kata Eka.
Di sisi lain Edi Hasymi terus mengimbau masyarakat untuk tidak membakar
sampah. Meski pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang masih saja
membakar sampah tanpa menghiraukan dampaknya.

Post a Comment