Ads (728x90)

PADANGPOS.COM. (Padang),  
 
Kepekatan kabut asap di Kota Padang dua hari belakangan ini semakin meningkat. Hal ini membuat Pemerintah Kota Padang terus melakukan imbauan dan ajakan kepada masyarakat. Yakni dengan tetap terus mengenakan masker.
 
Imbauan Pemko Padang kepada masyarakat untuk terus mengenakan masker disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Padang Edi Hasymi bersama Kepala Dinas Kesehatan Dr Eka Lusthi di Radio Republik Indonesia (RRI), Kamis (22/10). Pemko Padang memastikan kepada seluruh masyarakat agar mengantisipasi kabut asap dengan mengenakan masker. 

“Kita Pemko Padang lebih kepada upaya antisipasi. Pastikan seluruh anak sekolah dan masyarakat lainnya untuk memakai masker,” kata Edi. 

Edi mengajak seluruh perangkat pemerintahan mulai dari yang terendah untuk peduli dengan kabut asap. Seluruh camat diharapkan untuk mendatangi sekolah-sekolah untuk memastikan anak sekolah memakai masker. 

Edi menyebut, upaya Pemerintah Kota Padang menyikapi kabut asap ini yakni dengan terus memberi ajakan dan imbauan. Dirinya melihat, selama ini masih banyak masyarakat yang abai, tidak memakai masker saat ke luar ruangan. 

“Kita wajib selalu memberikan imbauan kepada masyarakat dan itu terus kita lakukan,” katanya.
Sejak kabut asap melanda Indonesia, termasuk Kota Padang, Pemerintah Kota Padang terus menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Mulai dari mengajak masyarakat mengenakan masker hingga ajakan dan imbauan yang disampaikan lewat radio dan media massa lainnya. 

Edi membenarkan jika kepekatan kabut asap di Padang beberapa hari ini mengalami fluktuasi. Terkadang cukup tebal, tetapi di lain waktu menipis. Pada Kamis (22/10) pagi kepekatan asap sedikit tebal dari sebelumnya. 

“Kita terus mengukur. Jarak pandang pada hari ini (Kamis-red) memang agak pendek dari hari kemarin. Antisipasinya kita mengimbau masyarakat banyak mengkonsumsi air putih, sayur dan buahan, mengurangi aktifitas di luar ruangan bila tidak perlu, lindungi air minum dari asap dan debu, serta mencuci makanan terutama buah dan sayur sebelum dikonsumsi. 

Kemudian meningkatkan kewaspadaan di jalan raya karena menurunnya jarak pandang, dan lebih utama lagi jangan membakar sampah. Mengenakan masker tidak hanya di luar ruangan, tetapi juga di dalam ruangan,” timpalnya. 

Sementara itu, Dr Eka Lusthi menyebut setelah melihat kondisi kabut asap hari ini, Walikota Padang kemudian menginstruksikan jajaran kerjanya untuk membagikan masker kepada masyarakat. Setiap Puskesmas di bawah jajaran Dinas Kesehatan membagikan masker. 

“Duapuluh dua puskesmas menyediakan masker meski mengalami kekurangan. Saat ini pasokan masker sebanyak 80.000 sudah menuju gudang farmasi,” katanya. 

Eka mengatakan dampak menghirup kabut asap cukup lama akan mengganggu kesehatan. Mereka yang mengalami sakit kronis, jantung serta alergi termasuk asma akan mengalami sesak nafas. 

Bagi yang tidak memiliki penyakit, akan mengalami ISPA yang diawali dengan batuk, flu, influenza dan penurunan daya tahan tubuh. 

Eka juga menjelaskan bahwa seluruh masker berbagai jenis dan bentuk dapat mengantisipasi kabut asap. Karena masker berfungsi untuk menyaring udara dan mengurangi dampak polusi yang masuk ke tubuh. Untuk pemakaian masker yang benar, warna hijau tua pada masker berada di dalam (di hidung dan mulut). Sedangkan bagian berwarna putih berada di luar. 

“Warna putih pada masker itu cukup rapat sehingga dapat menyaring udara yang datang dari luar. Kalau masker digunakan sebaliknya, warna hijau di luar itu sebenarnya untuk mengantisipasi infeksi dan lainnya,” terang Eka. 

Eka mengatakan, masalah kesehatan masyarakat tidak hanya selesai oleh Dinas Kesehatan. Akan tetapi perlu ketenangan dalam menghadapi masalah kabut asap. 

“Kita jangan sangat reaktif dengan kabut asap ini. Tugas kami mencegah lebih baik dari mengobati sehingga masyarakat tidak sakit,” kata Eka. 

Di sisi lain Edi Hasymi terus mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah. Meski pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang masih saja membakar sampah tanpa menghiraukan dampaknya. 

 Edi berharap kepada RT maupun RW untuk terus melakukan pengawasan kepada warganya untuk tidak membakar sampah. “Pemko tidak akan ada kekuatan apa-apa jika tak didukung masyarakatnya,” tukas Edi.(tf/ch/mn)


Post a Comment