PADANGPOS.COM. (Padang),
Pemerintah Kota Padang harus serius merancang strategi untuk
penumbuhan wirausaha baru. Wakil Walikota Padang H. Emzalmi menyebut,
aktifitas wirausaha terbukti memberi multiplier effect signifikan dalam
perkembangan perekonomian di Kota Padang.
“Selain dibutuhkan untuk membuka lapangan pekerjaan, wirausahan, juga akan berdampak terhadap
naiknya pendapatan perkapita daerah,” kata Wawako Emzalmi saat membuka
kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Grand Design Penumbuhan
Wirausaha Barau, di Ruang Abu Bakaar Jaar Balaikota Padang, Kamis
(26/11).
Menurutnya, aktifitas wirausaha juga secara langsung
maupun tidak mlangsung akan mendorong tumbuh dan berkembangnya 10.000
usahawan baru dalam lima tahun periode Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019.
“Mencermati hal itu, kita
perlu masukan positif dari seluruh pemangku kepentingan terhadap
penyusunan grand design penumbuhan wirausaha baru. Sehingga kontribusi
pemikiran yang disampaikan menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusuanan
grand design tersebut,” ulas Wawako Emzalmi.
Ia menambahkan,
Pemko Padang sudah memberikan penguatan dan mendorong tumbuhnya Koperasi
Jasa Keuangan Syariah (KJKS) di seluruh kelurahan. Keberadaan KJKS ini
dapat menjadi jalur bagi berkembangnya pelaku usaha kecil dan merangsang
pelaku usaha baru.
“Kita sudah berikan penguatan, tinggal
bagaimana mendorong tumbuhnya KJKS menjadi lebih sehat sehingga
perkembangannya lebih positif,”tukuknya.
Sementara itu, Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang Hervan Bahar
selaku pelaksana kegiatan FGD ini mengatakan, melalui forum ini grand
design ini, nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan
program kegiatan penumbuhan wirausaha baru.
“Dengan grand
design ini diharapkan tersusun kebijakan , strategi dan program serta
langkah-langkah kegiatan untuk melaksanakan koordinasi dan integrasi
perencanaan dari kalangan SKPD terkait kerangka mendorong percepatan
usaha-usaha mikro,” kata Hervan.
Pada kegiatan ini, Bappeda menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pelaku usaha.(tf/du).

Post a Comment