Musibah banjir dan
longsor yang menimpa Kota Padang, Rabu (11/11) lalu mengakibatkan
kerusakan di sejumlah tempat. Tak hanya merusak infrastruktur, sawah
warga pun ikut kekeringan karena tidak teraliri air hingga saat ini.
Hal ini terjadi di tiga kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan. Camat
Lubuk Kilangan, Syafwan menyebut, salah satu sungai yang biasanya
mengairi sawah warga di tiga kelurahan, Baringin, Tarantang dan Koto
Lalang tak lagi mengalir.
"Setelah banjir lalu, sungai tidak lagi mengaliri air ke tiga kelurahan
itu. Sekitar 100 hektar terancam mengalami kekeringan," ujarnya, Minggu
(15/11).
Syafwan menyebut penyebab tidak mengalirnya air karena aliran ke tiga kelurahan tersumbat batu besar. Beruntung pada Minggu (15/11) itu Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo datang ke lokasi dan melihat langsung keadaan sungai tersebut.
"Atas laporan kami beserta masyarakat, Pak Wali langsung datang meninjau ke lokasi," katanya.
Dituturkan Syafwan, saat melihat kondisi demikian, Walikota menelepon langsung Dinas Pekerjaan Umum. Seketika, personil dari Dinas PU langsung turun ke lokasi.
"Ketika itu Pak Wali minta Dinas PU untuk mengeluarkan batu yang menyumbat aliran air tersebut," ujar Syafwan.
Syafwan berharap Dinas PU segera mengeruk dan mengeluarkan batu yang menyumbat aliran air sungai ke sawah warga. Apalagi saat ini di beberapa tempat ada sawah warga yang akan panen dan sangat butuh air.
Syafwan menyebut penyebab tidak mengalirnya air karena aliran ke tiga kelurahan tersumbat batu besar. Beruntung pada Minggu (15/11) itu Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo datang ke lokasi dan melihat langsung keadaan sungai tersebut.
"Atas laporan kami beserta masyarakat, Pak Wali langsung datang meninjau ke lokasi," katanya.
Dituturkan Syafwan, saat melihat kondisi demikian, Walikota menelepon langsung Dinas Pekerjaan Umum. Seketika, personil dari Dinas PU langsung turun ke lokasi.
"Ketika itu Pak Wali minta Dinas PU untuk mengeluarkan batu yang menyumbat aliran air tersebut," ujar Syafwan.
Syafwan berharap Dinas PU segera mengeruk dan mengeluarkan batu yang menyumbat aliran air sungai ke sawah warga. Apalagi saat ini di beberapa tempat ada sawah warga yang akan panen dan sangat butuh air.
Usai melihat aliran air di sungai tersebut, Walikota Padang juga
meninjau SMP 38. Sekolah yang baru selesai dibangun ini kemasukan air
bah beberapa waktu lalu. Walikota bersama masyarakat bergotongroyong
membersihkan sekolah tersebut.
Walikota pada kesempatan itu juga melihat langsung pengerjaan jalan di Koto Buku, Kelurahan Koto Lalang. Masyarakat gotong royong, bahu membahu membangun jalan sepanjang lebih kurang tiga kilometer.
"Saat ini warga masih melakukan penimbunan jalan dengan tanah. Mudah-mudahan jalan lingkungan ini cepat selesai dan menjadi perhatian Pak Wali," kata Syafwan.
Sementara itu, Camat Syafwan juga mengatakan bahwa pada saat bencana banjir dan longsor kemarin sejumlah titik ikut terkena musibah tersebut. Seperti di Padang Besi, Batu Gadang dan lainnya. "Jika diestimasi kerugian mencapai 1 miliar," tutup Syafwan. (tf/ch).
Walikota pada kesempatan itu juga melihat langsung pengerjaan jalan di Koto Buku, Kelurahan Koto Lalang. Masyarakat gotong royong, bahu membahu membangun jalan sepanjang lebih kurang tiga kilometer.
"Saat ini warga masih melakukan penimbunan jalan dengan tanah. Mudah-mudahan jalan lingkungan ini cepat selesai dan menjadi perhatian Pak Wali," kata Syafwan.
Sementara itu, Camat Syafwan juga mengatakan bahwa pada saat bencana banjir dan longsor kemarin sejumlah titik ikut terkena musibah tersebut. Seperti di Padang Besi, Batu Gadang dan lainnya. "Jika diestimasi kerugian mencapai 1 miliar," tutup Syafwan. (tf/ch).

Post a Comment