Ads (728x90)

BIJAK ONLINE (Dharmasraya)-Pejabat Bupati Dharmasraya, Drs H Syafrizal Ucok MM meminta kepada rekan-rekan wartawan dan pimpinan media  untuk memaklumi difisit anggaran, yang berdampak terhadap pemutusan biaya berlangganan terhadap semua media massa. 

"Anggaran yang tersedia di APBD Dharmasraya hanya sampai Oktober dan waktu pembahasan perubahan anggaran tambahan, tak bisa dianggarkan lagi karena mengalami difisit sekitar lebih kurang  Rp 11 miliar," kata PJ Bupati Dharmasraya, Syafrizal Ucok melalui handphonenya, Sabtu, 24 Oktober 2015.

Menurut Syafrizal Ucok, anggaran untuk berlangganan media disediakan sekitar Rp 3 miliar dan masing harian Pemkab Dharmasraya berlangganan 163 examplar, sehingga mencapai sekitar 800 eakxampalr pehari untuk  Harian Singgalang, Haluan, Posmetro, Padang Ekpres, termasuk Rakyat Sumbar dan Koran Padang, yang . "Berdasarkan laporan kabag humas kepada saya, selama ini terjalin hubungan yang harmonis sesama wartawan dan piminan media dan saya tentu tak mungkin akan merusak hubungan baik ini, apalagi saya banyak punya kawan wartawan dan pimpina media," kata mantan Kepala Biro Pemerintahan Kantor Gubernur Sumbar ini.

Kemudian, kata Syafrizal Ucok, anggaran biaya kerjasama dengan media ini telah diajukan pada anggaran 2016. "Insya Allah, Januari 2016 kerjasama ini akan terjalin lagi dan kini pitih tu bana yang indak ado, baaa ka balangganan koran," kata Kepala BPM Sumbar ini, sembari meminta pengertian wartawan dan pimpinan media.

Secara terpisah, Hendri salah seorang wartawan di Kabupaten Dharmasraya menilai pemutusan kontrak kerjasama yang dilakukan Kabag Humas dan Protokol, Budi Waluyo samahalnya dengan merusak hubungan baik antara media dengan PJ Bupati Dharmasraya, Drs H Syafrizal Ucok MM.

"Kami para wartawan yang bertugas di Kabupaten Dharmasraya sangat senang dan bangga dengan gaya kepemimpinan PJ Bupati Dharmasraya yang cepat akrab dan bersahabat dengan para wartawan," kata Hendri wartawan harian Posmetro Jawa Pos Grup kepada Tabloid Bijak, Jumat, 23 Oktober 2015 di Hotel Sakato Jaya.

Menurut Hendri, dirinya kaget begitu ada pemberitahuan dari Kabag Humas dan Protokol, Budi Waluyo. "Saya menilai, pak Budi Waluyo ini sengaja merusak hubungan baik PJ Bupati dengan wartawan berbagai media," tegasnya.

Padahal sebelumnya, kata Hendri, hubungan antara waratwan dari media mingguan dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, memang  sudah kurang baik juga. Pemicunya, karena prilaku kabag humas yang punya kebijakan pilih kasih atau menganaktirikan media mingguan dan online atau portal berita. "Kini, saya menilai hubungan itu kian dirusak oleh kabag humas dan rencananya, kawan-kawan wartawan akan melakukan protes," kata wartawan yang suka menulis berita kasus ini. 

Kabag Humas dan Protokol, Budi Waluyo membantah membeda-bedakan wartawan. "Bagi saya semua wartawan itu mitra pemerintah. Masalah hubungan kerjasama itu sesuai kesepakatan dan aturan. Kemudian saya ini juga pernah menjadi wartawan," katanya. (PRB)

Post a Comment

  1. Sebelum saya ceritrakan kisah hudupku terlebih dahulu perkenalkan nama saya Pak Kusniadi. Dari Bogor. saya hanya ingin berbagi ceritah dengan kalian semua para penggilah togel, awalnya itu saya hanya kuli bagunan,punya anak dua,dan istri saya hanya penjual syayur keliling dikampung kami , ekonomi kami sangat pas-pasan, hutan tambah numpuk, anak saya juga butuh biaya sekolah,hidup ini bener-bener susah.Tapi akhirnya ada teman saya yang bilang bila mau merubah nasib coba hubungi nomor hp MBAH JEJE TRIJAYA katanya dia bisa membantu orang yang lagi susah. jadi saya lansung hubungi MBAH JEJE TRIJAYA, dan saya menceritakan semuanya, tenteng keluarga kami akhirnya saya di kasih angka ghaib [4d,] sudah 3x putaran tembus,dengan adanya MBAH JEJE TRIJAYA,saya sekeluarga bersukur semua utang saya lunas bahkan sekarang saya sudah buka usaha. silahkan anda buktikan sendiri insya allah anda tidak akan kecewa dari angka ghaib MBAH JEJE TRIJAYA bagi yang berminat hubungi MBAH JEJE TRIJAYA di nomor ini: 0823 3737 6471 dan saya sudah buktikan sendiri angka ghaibnya demih allah demi tuhan...ini kisah nyata dari saya,terima kasih.

    ReplyDelete