![]() |
| Manggala Karya Kencana (MKK) |
Kerja keras Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo akhirnya
berbuah prestasi. Walikota Padang dianugerahi Manggala Karya Kencana
(MKK) 2016 pada acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional
(Harganas) XXIII di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/7) lalu.
Penghargaan Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan yang diberikan
kepada kepala daerah yang dinilai berkomitmen terhadap penyelenggaraan
Program Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Pembangunan Keluarga
Sejahtera di daerahnya.
Penghargaan ini hanya diberikan kepada Gubernur, Wagub, Wako, Wawako, Bupati dan Wabup yang mempunyai komitmen dan
kepedulian untk mewujudkan keluarga sejahtera.
Kepala BPM Pr&KB Kota Padang, Muji Susilawati hadir mewakili
walikota saat penerimaan penghargaan tersebut di Hotel Aston, Kupang.
Penghargaan MKK diserahkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) pusat, Surya Candra Surapaty.
Muji Susilawati menyebut, penghargaan yang diterima adalah hasil dari dukungan semua pihak, terutama masyarakat Kota Padang.
"Penghargaan ini juga berkat komitmen Bapak Walikota Padang dalam mendukung program tersebut," katanya.
Susi menekankan, keluarga memiliki peranan sangat penting dalam membangun peradaban bangsa. Karena dalam keluarga akan terbentuk karakter serta kepribadian yang menjadikan anak bangsa berkualitas.
"Di Kota Padang ini dapat kita lihat komitmen Bapak Walikota pada sebelas Kampung KB yang sudah dicanangkan, dimana beliau sangat peduli sekali dalam pengendalian penduduknya serta pengentasan kemiskinan," tutur Susi.
Terdapat sejumlah kegiatan dan perubahan serta peningkatan kesejahteraan secara bertahap di sebelas Kampung KB itu. Diantaranya seperti pelayanan KB dan kesehatan, bedah rumah, pembinaan dan pelatihan, bantuan sosial, serta pemberian pencerahan mental spiritual.
"Semua yang dilakukan tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Kampung KB tersebut. Hal ini juga sudah dikunjungi Kepala BKKBN pusat. Hasil kerja keras kita semua inilah yang mendapatkan penghargaan MKK tersebut," tukas Susi.
Menurut Susi, ukuran keberhasilan program KB ada 2, yaitu Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total dan laju pertumbuhan penduduk (LPP). Kota Padang sendiri TFR-nya sudah cukup bagus. Yakni diangka 2,6 persen. Begitu juga untuk laju pertumbuhan penduduk.
"Yang paling utama di Kampung KB adalah pengendalian penduduknya, yaitu dengan cara mengajak ber-KB dan alhamdulillah sangat tinggi sekali animo masyarakat untuk ber-KB. Penggunan MKJP MOP dan MOW juga sangat baik. Sedangkan realisasi pencapaian program KB pada tahun 2015 yakni 128 persen," terang Muji Susilawati.(tf/ch)
Muji Susilawati menyebut, penghargaan yang diterima adalah hasil dari dukungan semua pihak, terutama masyarakat Kota Padang.
"Penghargaan ini juga berkat komitmen Bapak Walikota Padang dalam mendukung program tersebut," katanya.
Susi menekankan, keluarga memiliki peranan sangat penting dalam membangun peradaban bangsa. Karena dalam keluarga akan terbentuk karakter serta kepribadian yang menjadikan anak bangsa berkualitas.
"Di Kota Padang ini dapat kita lihat komitmen Bapak Walikota pada sebelas Kampung KB yang sudah dicanangkan, dimana beliau sangat peduli sekali dalam pengendalian penduduknya serta pengentasan kemiskinan," tutur Susi.
Terdapat sejumlah kegiatan dan perubahan serta peningkatan kesejahteraan secara bertahap di sebelas Kampung KB itu. Diantaranya seperti pelayanan KB dan kesehatan, bedah rumah, pembinaan dan pelatihan, bantuan sosial, serta pemberian pencerahan mental spiritual.
"Semua yang dilakukan tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Kampung KB tersebut. Hal ini juga sudah dikunjungi Kepala BKKBN pusat. Hasil kerja keras kita semua inilah yang mendapatkan penghargaan MKK tersebut," tukas Susi.
Menurut Susi, ukuran keberhasilan program KB ada 2, yaitu Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total dan laju pertumbuhan penduduk (LPP). Kota Padang sendiri TFR-nya sudah cukup bagus. Yakni diangka 2,6 persen. Begitu juga untuk laju pertumbuhan penduduk.
"Yang paling utama di Kampung KB adalah pengendalian penduduknya, yaitu dengan cara mengajak ber-KB dan alhamdulillah sangat tinggi sekali animo masyarakat untuk ber-KB. Penggunan MKJP MOP dan MOW juga sangat baik. Sedangkan realisasi pencapaian program KB pada tahun 2015 yakni 128 persen," terang Muji Susilawati.(tf/ch)

Post a Comment