Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
(Dinsosnaker) menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di jalan Raya
Pitameh, Kelurahan Tanjuang Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuak
Bagaluang.
Bantuan berupa bahan makanan, peralatan tidur, perlengkapan
untuk anak-anak sekolah dan sebagainya itu, diserahkan langsung oleh
Wakil Walikota Padang, H. Emzalmi didampingi Camat Lubuak Bagaluang,
Hendra Mardhi di lokasi musibah kebakaran, Senin (22/8).
Wawako Emzalmi sangat prihatin atas musibah kebakaran yang
menimpa 8 unit rumah yang dihuni 8 kepala keluarga (KK) terdiri dari 35
jiwa tersebut.
“Kami sangat prihatin atas musibah kebakaran ini. Semoga pemilik rumah beserta anggota keluarga, tabah menghadapinya dan mengambil hikmah di balik musibah yang menimpa. Mari kita berupaya memperbaiki rumah ini agar bisa ditempati kembali,” ucapnya
Emzalmi mengimgatkan, kepada warga harus lebih waspada terutama terhadap penggunaan instalasi listrik arus pendek yang kerap menjadi penyebab kebakaran. Misalnya seperti pemakaian satu colokan malah digunakan sampai empat atau lima cabang untuk colokan lainnya. Sementara daya colokan tersebut tidak memadai.
“Hampir pada umumnya 60 persen penyebab kebakaran di Kota Padang disebabkan karena korsleting listrik. Oleh karena itu diharapkan, masyarakat harus berhati-hati dalam menggunakan sambungan listrik arus pendek. Karena ini akibatnya cukup fatal,” ujarnya.
Seperti dari informasi yang beredar, kebakaran di kawasan pinggir jalan Pitameh atau depan SPBU ini, terjadi Jumat (19/8) sekira pukul 19.00 wib. Api berasal dari salah satu rumah yang kemudian menjalar ke beberapa rumah lainnya. Kebakaran ini tidak memakan korban jiwa, adapun total kerugian semuanya ditaksir mencapai Rp 800 juta. (tf/dv)
“Kami sangat prihatin atas musibah kebakaran ini. Semoga pemilik rumah beserta anggota keluarga, tabah menghadapinya dan mengambil hikmah di balik musibah yang menimpa. Mari kita berupaya memperbaiki rumah ini agar bisa ditempati kembali,” ucapnya
Emzalmi mengimgatkan, kepada warga harus lebih waspada terutama terhadap penggunaan instalasi listrik arus pendek yang kerap menjadi penyebab kebakaran. Misalnya seperti pemakaian satu colokan malah digunakan sampai empat atau lima cabang untuk colokan lainnya. Sementara daya colokan tersebut tidak memadai.
“Hampir pada umumnya 60 persen penyebab kebakaran di Kota Padang disebabkan karena korsleting listrik. Oleh karena itu diharapkan, masyarakat harus berhati-hati dalam menggunakan sambungan listrik arus pendek. Karena ini akibatnya cukup fatal,” ujarnya.
Seperti dari informasi yang beredar, kebakaran di kawasan pinggir jalan Pitameh atau depan SPBU ini, terjadi Jumat (19/8) sekira pukul 19.00 wib. Api berasal dari salah satu rumah yang kemudian menjalar ke beberapa rumah lainnya. Kebakaran ini tidak memakan korban jiwa, adapun total kerugian semuanya ditaksir mencapai Rp 800 juta. (tf/dv)

Post a Comment