Pawai telong-telong semarakkan Hari Jadi Kota Padang ke-347. Pawai inj digelar di Pantai Padang, Sabtu (6/7) malam.
Pawai ini diikuti seratusan lebih kelompok yang berasal dari kelurahan
dan kecamatan di Kota Padang. Pawai ini sarat dengan perjuangan warga
Kota Padang melawan Belanda pada 7 Agustus 1669 silam. Atraksi yang
ditampilkan masing-masing kelompok pun terbilang heroik.
Pembukaan acara ini diawali dengan pemukulan tambua bersama. Tambua
dipukul Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt
Marajo serta sejumlah pejabat lainnya yang hadir malam itu.
Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo menyebut, pawai telong-telong diadakan malam hari untuk mengenang kembali aksi patriotisme para pahlawan merebut wilayah Kota Padang dari penjajah Belanda 347 tahun lalu. Saat itu semangat patriotisme para pahlawan dalam merebut loji dari tangan penjajah Belanda sangat heroik.
“Pawai ini sengaja kita adakan untuk memperingati semangat pahlawan dalam merebut loji dari tangan penjajah Belanda pada 7 Agustus 1669 silam,” ujarnya.
Walikota berharap pawai telong-telong ini juga dapat menarik animo pengunjung untuk hadir menyaksikan pawai tersebut. Dengan banyaknya pengunjung akan memajukan Kota Padang dan menghidupkan perekonomian warga. "Harapan kita ini juga menjadi daya tarik wisata Kota Padang," sebut Mahyeldi.(tf/ch)
Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo menyebut, pawai telong-telong diadakan malam hari untuk mengenang kembali aksi patriotisme para pahlawan merebut wilayah Kota Padang dari penjajah Belanda 347 tahun lalu. Saat itu semangat patriotisme para pahlawan dalam merebut loji dari tangan penjajah Belanda sangat heroik.
“Pawai ini sengaja kita adakan untuk memperingati semangat pahlawan dalam merebut loji dari tangan penjajah Belanda pada 7 Agustus 1669 silam,” ujarnya.
Walikota berharap pawai telong-telong ini juga dapat menarik animo pengunjung untuk hadir menyaksikan pawai tersebut. Dengan banyaknya pengunjung akan memajukan Kota Padang dan menghidupkan perekonomian warga. "Harapan kita ini juga menjadi daya tarik wisata Kota Padang," sebut Mahyeldi.(tf/ch)

Post a Comment