Tidak ada masalah dalam hal
keberangkatan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharulllah ke Norwegia yang
waktunya bertepatan dengan peringatan HUT R! ke 71. Apalagi hal itu
bertujuan untuk penjajakan kerjasama pengembangan sektor kelautan dan
investasi lainnya terutama bidang perikanan darat kota Padang dengan
negara Eropa tersebut.
Hal itu diungkapkan Drs. Jumadi Rajosa, salah seorang tokoh dan
pengurus Bakor IKK Padang Jabodetabek, sehubungan dengan munculnya
tanggapan negatif dari Ketua LVRI Sumbar, Faisal Kasim yang intinya
menyatakan Mahyeldi Ansharullah tak memimiliki rasa nasionalisme dan tak
menghargai nilai-nilai perjuangan pahlawan.
“Lain hal kalau di Padang sedang terjadi bencana alam atau hal yang
membutuhkan keberadaan walikota karena kondisi dalam keadaan gawat
darurat, Mahyeldi memaksakan juga berangkat ke luar negeri. Itu baru
pantas dikritisi,” kata Jumadi.
Lebih lanjut, Jumadi yang juga Sekretaris Dewan Suro DPP Patai Bulan
Bintang ini mengatakan, peringatan HUT RI hanyalah sebuah upacara
seremonial yang diperingati dan dimeriahkan oleh seluruh bangsa
Indonesia. Dari itu masalah keberangkatan Mahyeldi ke Norwegia tak perlu
dibesar-besarkan, apalagi kegiatan itu telah direncanakan jauh hari
sebelumnya dan pertujuan pengembangan sektor kelautan dan perikanan
darat.
“Tinggal saja, apakah kegiatan tersebut telah dikoordinasikan dengan
pemerintah pusat atau belum. Masalahnya, menurut UU Otonomi daerah,
kerjasama dengan luar negeri merupakan kewenangan pemerintah pusat,”
tambah Jumadi ketika ditemui di kediamannya, di Jl. Petukangan, Jakarta
Barat, Selasa (6/8). ** Syahriwal Guci/Wisja

Post a Comment