Munculnya simbol-simbol ISIS di Kota Padang pertanda masih rawan
berkembangnya organisasi terlarang tersebut. Tak pelak pula menjadi
ancaman timbulnya konflik sosial dan perpecahan dalam masyarakat di
ibukota provinsi Sumatera Barat ini.
Hal itu diungkapkan Staf
Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Padang Bambang Sutrisno
pada kegiatan sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di
Balaikota Padang, Senin (29/8).
Kegiatan
yang dihadiri perwakilan organisasi masyarakat, sosial dan kepemudaan
serta keagamaan ini bertajuk Peranan FKDM sebagai deteksi dini terhadap
ancaman dalam mencegah konflik sosial masyarakat di Kota Padang.
Menurut Bambang, untuk memaksimalkan terselenggaranya kewaspadaan dini
perlu dilaksanakan sosialisasi, monitoring dan evaluasi secara
berkesinambungan antara ormas, tokoh adat dan budaya, tokoh masyarakat
dan elemen masyarakat lainnya bersama pemerintah.
"Segala kendala yang terjadi di lapangan dapat teridentifikasi guna memperbaiki ke arah yang lebih baik dalam hal kewaspadaan dini dini tingkat Kota Padang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Padang, Eri Senjaya mengatakan, sempat muncul bendera ISIS di salah satu halte di Padang beberapa waktu lalu.
"Hal ini perlu diwaspadai karena disinyalir mulai ada kaki tangan gerakan terlarang ini mencoba masuk di Padang," ujarnya.(tf/du/yz)
"Segala kendala yang terjadi di lapangan dapat teridentifikasi guna memperbaiki ke arah yang lebih baik dalam hal kewaspadaan dini dini tingkat Kota Padang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Padang, Eri Senjaya mengatakan, sempat muncul bendera ISIS di salah satu halte di Padang beberapa waktu lalu.
"Hal ini perlu diwaspadai karena disinyalir mulai ada kaki tangan gerakan terlarang ini mencoba masuk di Padang," ujarnya.(tf/du/yz)

Post a Comment