Pembongkaran kedai-kedai di pinggir pantai, kawasan Jalan
Samudera dituntaskan hari ini, Rabu (24/8). Menyusul Dipastikan, tidak
ada lagi bangunan yang menghalangi pemandangan ke laut lepas.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Medi Iswandi
mengatakan, sebelum batas waktu yang ditentukan untuk pembongkaran
kedai-kedai tersebut, pedagang sudah mengosongkan lapaknya. Bahkan,
pedagang sangat kooperatif dengan melakukan pembongkaran sendiri.
"Pedagang sangat kooperatif. Mereka telah membongkar sendiri lapaknya sebelum waktu yang dijadwalkan,"Makasih Para PKL". kata Medi Iswandi.
Dikatakan Medi, terdapat 65 bangunan kedai yang berdiri di bibir pantai
tersebut. Hampir semua bangunan itu dibongkar sendiri oleh pedagang
yang menempatinya.
Sehingga petugas dari tim gabungan pada hari ini
tinggal melaksanakan pembersihan dan meratakan lahan untuk rencana
pembangunan pedistrian.
"Sisa bangunan dibersihkan dan lahan diratakan untuk rencana pembangunan pedistrian,"ujarnya.
Lebihlanjut Medi menjelaskan, pedagang yang tadinya menempati kedai
akan tetap berjualan di kawasan pantai dengan menggunakan gerobak.
"Sebanyak 250 unit gerobak sudah disediakan Pemerintah Kota
Padang,"katanya.
Gerobak ini dibagikan kepada pedagang untuk
dapat dipergunakan pada petang hari hingga malam. "Usai berdagang,
kawasan ini dikosongkan kembali," tukasnya.
Sementara itu, Camat
Padang Barat Arfian menuturkan, berhasilnya penertiban pedagang di Jalan
Samudera berkat dukungan semua pihak termasuk masyarakat. Meskipun pada
awalnya terdapat juga pedagang yang menolak untuk penertiban bangunan
tersebut, namun akhirnya mereka menyadari penataan kawasan ini harus
dilakukan untuk keindahan objek wisata.
"Dukungan semua pihak termasuk masyarakat sangat menentukan berhasilnya penertiban ini," kata Arfian.(tf/du)
Post a Comment