PADANGPOS.COM. (Padang),
Sebanyak 25 siswa yang menimba ilmu di Lembaga Pendidikan dan
Pelatihan Kerja (LP2K) Sun Marino Indonesia akan bekerja keliling dunia
dan pulang menjadi pengusaha. Mereka ditempa terlebih dahulu agar
nantinya mampu menjadi tenaga andal terampil. Seluruh siswa itu mendapat
pendidikan dan pelatihan (diklat) di Kampus Sun Marino Padang di SMK 9 Padang, Jalan Bundo Kanduang.
Pada pembukaan diklat angkatan pertama di Kampus Sun Marino Padang, di
SMK 9 tersebut, Rabu (10/2), Walikota Padang menyambut baik upaya yang
telah dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Kota Padang
bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker)
Kota Padang. Hanya dalam rentang waktu sebulan setelah dilakukan
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemko Padang
dengan LP2K Sun Marino, sebanyak 25 siswa sudah disiapkan untuk
mengikuti diklat.
“Momen ini mesti dioptimalkan. Karena ke
depannya yang dibutuhkan dunia adalah orang-orang yang professional.
Yang memiliki keterampilan dan kemampuan. Sedang yang tak punya apa-apa
akan tersingkir. Karena pertarungan saat ini adalah pertarungan
kompetensi,” kata Walikota di depan seluruh siswa.
Walikota
menyebut, penjaringan tenaga kerja memang suatu hal yang harus segera
dilakukan. Sebab saat ini telah begitu banyak tenaga kerja di Sumatera
Barat yang perlu dikanalisasi dan diberikan ruang untuk mereka bisa
bekerja.
Manager Sun Marino Indonesia di Padang, Herdinalsky
menyebut 25 siswa yang terjaring telah lolos dari proses seleksi. Mereka
diantaranya berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
“Dari 25 orang itu, 14 orang berasal dari Padang dan 9 orang lainnya dari kabupaten / kota di Sumbar,” ungkapnya.
Mereka akan ditempa selama 2 bulan di Kota Padang. Setelah itu 25 siswa
akan bertolak ke Jogjakarta dan ditempa selama sebulan di sana. Setelah
itu, siswa tersebut akan mengikuti training di hotel berbintang lima
selama enam bulan.
“Dipastikan dalam tahun ini seluruh siswa sudah bekerja,” kata Herdinalsky.
Herdinalsky menyebut, hampir seluruh siswa sangat berkeinginan bekerja
di kapal-kapal pesiar. Kemudian ada juga yang ingin bekerja di hotel
berbintang.
“Mereka yang ingin bekerja di kapal pesiar itu bertekad untuk menjadi pengusaha,” paparnya.
Herdinalsky memastikan seluruh siswa akan dilatih hingga nantinya dapat
bekerja di perusahaan-perusahaan. LP2K Sun Marino menginginkan dalam
tahun ini tertampung 1.500 siswa yang bekerja di kapal pesiar.
“Sun
Marino tidak akan memotong gaji mereka sepeserpun dan kami berharap
kehadiran kami akan mengentaskan pengangguran,” ujarnya.
Sementara, Ketua HIPMI Kota Padang, Richard Erlangga mengajak seluruh
siswa agar bersungguh-sungguh. Selama berada di luar nantinya, seluruh
siswa supaya mencanangkan sikap ATM, yakni Amati, Tiru, dan Modifikasi.
“Carilah hubungan di sana, buka hubungan dengan pengusaha dan pelajari cara menjadi seorang owner,” ungkapnya.
Richard meyakini seluruh siswa yang terjaring mempunyai bakat lebih
menjadi seorang pengusaha. “Selamat berkiprah, tetaplah beribadah.
Semoga angkatan pertama ini menjadi tolok ukur nantinya,” ujarnya.
Usai pembukaan diklat, seluruh siswa mendapat tausyiah dari Ketua PKK
Kota Padang, Ny. Harneli Mahyeldi. Ketua PKK Kota Padang membekali
seluruh siswa cara bersosialisasi dan hidup mandiri.(tf/ch/mn/yz).

Post a Comment