PADANGPOS.COM (Kota Pariaman),
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota
Pariaman, mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Pariaman untuk
melestarikan kehidupan bernagari serta membangkitkan silsilah kebudayaan
Minangkabau yang sudah lama hilang dengan mengaktifkan Dubalang Adat.
“Ansor Kota Pariaman menilai, ini adalah upaya Pemko Pariaman untuk
hadir di tengah-tengah masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan
menjamin terwujudnya ketertiban. Upaya ini harus di dukung oleh semua
pihak, terlebih lagi pemuda di Kota Pariaman,” kata Ketua PC GP Ansor
Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, Kamis (4/2/2016) kemaren di Pariaman.
Dulunya Dubalang adalah pembantu ninik mamak. Barangkali sekarang, bisa
diimplementasikan sebagai bentuk pembantu pemerintah dalam mewujudkan
keamanan dan ketertiban di lingkungan kaum, suku dan korong kampuang
dalam desa atau lurah.
Dubalang bertugas menjaga setiap gangguan, ancaman keamanan dan
ketertiban yang datang dari dalam maupun dari luar, kata Ory yang juga
mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota
Pariaman ini.
Dikatakan Ory, Ansor berharap kehadiran Dubalang di desa-desa dapat
mengantisipasi dan mencegah masuknya paham radikalisme dan aliran yang
menyimpang dari kaidah ajaran Islam, menjaga kerukunan hidup beragama,
menjadi pioner deradikalisasi di tengah masyarakat, memutus mata rantai
penyalahgunaan narkoba, mengawal kebijakan Jam Wajib Belajar dan Magrib
Mengaji, menjadi icon Gerakan Kembali Ka Surau, mengantisipasi segala
bentuk perjudian di desa, menghentikan orgen tidak senonoh, mengawal
terwujudnya perkampungan wisata, mengantisipasi keributan dan kericuhan
dalam masyarakat.
Pada intinya menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat agar
etika, moral, hukum dan undang-undang dapat berjalan dengan baik,
dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat sebagaimana mestinya.
“Para Dubalang hendaknya dipilih dari mereka yang selama ini sudah
menjadi panutan, harus berakhlak baik, dan memiliki kemampuan membela
diri. Namun dalam menjalankan kato mandareh, Pemerintah harus membekali
para Dubalang dengan pengetahuan ajaran agama Islam yang baik, rahmatan
lil alamiin, pemahaman kaedah adat Minangkabau, ideologi Pancasila,
wawasan nusantara dan bela negara, keterampilan yang dibutuhkan, serta
pengetahuan tentang peraturan perundangan yang berlaku,” tutur Ory.
Menurut Ory, Pemko Pariaman harus membekali Dubalang dengan peraturan,
agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika Dubalang sudah
mulai dioperasionalkan. Seperti dubalang akan bertindak semena-mena,
atau Dubalang yang menjadi biang keributan itu sendiri.
Hal ini tidak kita inginkan. Besar harapan para Dubalang menjadi tokoh di kaum masing-masing yang disegani bukan ditakuti, panutan, sehingga wibawa ninik mamak, hukum dan pemerintah menjadi lebih baik.
Hal ini tidak kita inginkan. Besar harapan para Dubalang menjadi tokoh di kaum masing-masing yang disegani bukan ditakuti, panutan, sehingga wibawa ninik mamak, hukum dan pemerintah menjadi lebih baik.
“Ansor Kota Pariaman menghimbau kepada seluruh kader Ansor, pemuda Kota
Pariaman dan seluruh pihak ikut mendukung terwujudnya Dubalang yang
baik,” kata Ory.
Menjadi Dubalang, berarti ikut pengawal tegaknya etika, moral, hukum dan
peraturan yang berlaku. Menjadi pahlawan terwujudnya keamanan,
ketertiban, serta menjadi pembela Tanah Air dari segala macam ancaman
yang datang, baik dari luar, maupun dari dalam. Terwujudnya keamanan dan
ketertiban di tengah masyarakat, adalah tanggung jawab dan cita-cita
semua pihak, termasuk Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman, katanya
menambahkan. (amir)

Post a Comment