PADANGPOS.COM. (Makasar),
30 orang Peserta Diklat kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XX
Pemko Padang melakukan kunjungan kerja dalam rangka Benchmarking dengan
Pemerintah kota Makassar, Selasa (23/2).
Rombongan di Pimpin Kepala BKD Kota Padang H. Asnel didampingi oleh Widiaswara
Badan Diklat Provinsi Sumbar Raffles JJ dan Busra.
Peserta Diklatpim diterima Staf Ahli Bidang Desentralisasi Pemerintahan yg Baik
Bebas Korupsi, Andi Irwan Bangsawan di ruang Balaikota Makassar.
Kunjungan Bechmarking ini menurut Asnel merupakan bagian dari proses
pembelajaran Diklat Kepemimpinan IV Angkatan XX Pola Baru Tahun 2016.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari mulai 22–27 Februari 2016
mengambil 4 locus utama diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendapatan,
Dinas Pendidikan dan Kecamatan.
“Kami sangat tertarik akan
kemajuan yang ditunjukkan Makassar khususnya dalam bidang pembangunan
dan banyak inovasi yang dilakukan, ujar Asnel.
Lebih lanjut
Asnel mengatakan, kiat-kiat Pemko Makassar mencapai keberhasilan patut
dipelajari. Pemko Makassar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi
masyarakat serta pelaksanaan pelayanan perizinan terpadu yang dinilai
lebih efektif.
Staf Ahli Pemko Makasar Andi Irwan Bangsawan
menyambut baik kedatangan Peserta Diklat PIM IV dan menyatakan
kehormatan atas apresiasi dari Pemko Padang yang menjadikan Makassar
sebagai tempat untuk belajar.
Menurut Staf ahli, beberapa
inovasi yang dilaksanakan oleh Pemko Makasar, yaitu Smart City alias
kota pintar merupakan program yang mengintegrasikan pelayanan masyarakat
secara elektronik. Di bidang kesehatan, misalnya, warga yang akan
berobat ke Puskesmas bisa mendaftar melalui SMS.
SMS itu akan masuk ke
sistem registrasi pasien secara otomatis. Warga bisa mengetahui nomor
antrean dan jam berapa akan dilayani. ”Dokter juga bisa melihat riwayat
kesehatan pasien sehingga penanganan lebih tepat,” kata Andi Irwan.
Contoh lain, e-office akan mengintegrasikan 42 SKPD (satuan kerja
perangkat daerah) di Pemko Makassar. Itu dimaksudkan untuk memudahkan
komunikasi dan distribusi surat antar SKPD. "Surat-menyurat antar dinas
sudah papperless. Semua menggunakan surat elektronik,” terangnya.
Masyarakat yang akan mengurus KTP, KK, surat keterangan waris, surat
keterangan tidak mampu, hingga surat keterangan domisili dan usaha bisa
dilayani dengan sistem online.
Selain itu, masyarakat akan
dibekali kartu pintar atau smart card. Kartu tersebut bisa multifungsi.
Pertama, sebagai uang elektronik untuk bertransaksi di supermarket,
hotel, restoran, rumah sakit, parkir, dan sebagainya.
Nanti kartu itu
juga bisa digunakan untuk transaksi di kendaraan umum. Tinggal diisi,
saat transaksi saldonya akan berkurang dengan sendirinya. Dengan
demikian, ke mana-mana warga Makassar tidak perlu membawa uang tunai.
Kedua, smart card berfungsi sebagai kartu akses pelayanan publik.
Begitu dilantik, walikota makasar Danny melakukan penandatanganan kerja
sama dengan BRI guna pengembangan proyek smart card. Pemkot Makassar
juga bekerja sama dengan PT Telkom terkait pengembangan akses wifi
perkotaan, akses informasi pemerintahan, serta pembangunan infrastruktur
smart city. Wako juga menggandeng Microsoft untuk mewujudkan program
tersebut.
Adanya smart card, akan meminimalkan korupsi.
Segala pembayaran menggunakan kartu. Laporannya juga bisa dilihat setiap
waktu. Tidak ada peluang bagi pegawai Pemkot untuk mark up atau
menyelewengkan anggaran.
Satu lagi program unggulan program,
yakni Makassarta’ Tidak Rantasa (MTR). Penggunaan kata rantasa (jorok)
memang sengaja dipilih sebagai bentuk penyadaran masyarakat terhadap
penggunaan bahasa lokal.
’’Jadi rantasa itu artinya luas. Bukan sekadar
masalah sampah, tapi juga soal perilaku masyarakat. Makassar yang dulu
terkenal anarkis, kota penuh sampah, banjir, serta pelayanan birokrasi
kurang maksimal harus berubah dengan adanya program ini".
Satu
per satu suplemen dari MTR di-launching. Mulai lisa (lihat sampah
ambil), sampah tukar beras, hingga aku dan sekolahku tidak rantasa
diperkenalkan kepada masyarakat.
’’Kita gerakkan semua pemerintahan di
tingkat kecamatan dan kelurahan. Semua wajib turun ke masyarakat untuk
memperkenalkan MTR. Di setiap lingkungan kelurahan harus ada kegiatan
kerja bakti minimal seminggu sekali,’’ tuturnya.
Dampak program tersebut memang sangat besar. Banjir dan genangan akibat musim hujan tidak lagi separah biasanya.
Sebarkan Nomor HP Pribadi ke Warga
Walikota Makasar membuka hotline untuk menampung keluhan warga. Dia
tidak mau keluhan itu masuk melalui filter, setiap hari pesan yang masuk
hanya berupa kritik dan keluhan.
Keluhan paling banyak adalah
soal angkutan sampah yang tidak teratur. Begitu menerima keluhan,
walikota meneruskannya kepada kepala dinas yang menangani. Dengan
begitu, penyelesaiannya lebih cepat daripada masyarakat melapor ke dinas
terkait.
Seluruh jajaran pemerintahan dan kepala SKPD harus ikut menyebarkan nomor HP kepada masyarakat.(tf/du/aa)

Post a Comment